Langkah HYBE Buat BTS dan Ariana Grande Berada di Satu Atap

HYBE yang dulu dikenal Big Hit Entertainment, resmi membeli Ithaca Holdings, sebuah perusahaan musik AS. Kesepakatan ini membuat BTS dan sederet musisi top AS seperti Ariana Grande dan Justin Bieber berada di bawah satu atap.

Dikutip dari Variety, menurut CEO HYBE, Bang Si-Hyuk, bergabungnya HYBE dan Itacha Holdings adalah gebrakan baru yang tak pernah terbayangkan sebelumnya dalam industri musik. “(Hal ini) menandai dimulainya petualangan baru yang tidak mungkin dibayangkan oleh siapa pun. Kedua perusahaan akan bekerja sama secara erat untuk memanfaatkan rekam jejak keberhasilan untuk menciptakan sinergi, melampaui batas, dan menghancurkan batasan budaya,” kata Si-Hyuk, Senin, 5 April 2021.

Di kesempatan yang sama, pemilik Itacha Holdings Scooter Braun mengakui bahwa penggabungan ini akan membantu memperluas pasar dan meningkatkan karier para artisnya. “Ini akan menjadi pertama kalinya sistem dan kurasi inovatif HYBE akan diintegrasikan di pasar AS pada awal karier seorang artis,” tutur Braun yang juga pendiri SB Projects (SBP).

Aksi korporasi ini menjadi sorotan karena keduanya merupakan rumah bagi artis top dunia. Di Hybe ada BTS juga group K-pop lainnya seperti TXT dan Seventeen. Sedangkan di Ithaca Holdings sudah ada Justin Bieber dan Ariana Grande, lalu J Balvin sampai Demi Lovato.

Baca Juga: Agensi BTS Umumkan Perubahan Namanya Jadi HYBE

Dalam kesepakatan tersebut, HYBE akan mengakuisisi 100 persen saham di Ithaca Holdings dan propertinya. Dikutip dari The Korea Herald, nilainya mencapai 1,07 triliun won atau USD947,5 juta (sekitar Rp13,2 triliun dengan kurs 1USD = Rp14.000) melalui Big Hit America dengan rights issue.

Bieber dan Grande juga akan menjadi pemegang saham. Keduanya memiliki 53.557 lembar. Sedangkan BTS memiliki gabungan 478.695 saham, dibagi di antara tujuh anggotanya. 

Pengamat menilai, apa yang dilakukan HYBE merupakan langkah cerdas. Apalagi ada beberapa anggota BTS yang akan masuk ke wajib militer. Hal ini berdampak pada penundaan rilis album baru di masa depan. Membuat pendapatan BTS dan tentunya HYBE juga terhambat.

Lee Gyu-tag, profesor studi budaya George Mason University Korea menyebut situasi ini sebagai langkah untuk menghindari menaruh semua telur HYBE ke dalam satu keranjang. Apalagi, sukses besar yang diraup HYBE sebagain besar berkat ketenaran BTS yang belum pernah terjadi sebelumnya.  

Baca Juga: BTS Jadi Musisi Pertama Korea di Nominasi BRIT Awards

Sebelumnya Bang Si-hyuk mengumumkan perubahan nama dari Big Hit Entertainment menjadi HYBE pada Jumat, 19 Maret 2021. “Saya pikir kami membutuhkan nama perusahaan baru yang dapat mencakup semua bidang bisnis yang kami jalankan, dan menjadi simbol untuk menghubungkan dan mengembangkan struktur kami,” tutur Bang.

Menurutnya, HYBE melambangkan koneksi, ekspansi dan hubungan. HYBE akan menjadi wadah yang lebih besar bagi Big Hit, dan akan terdiri dari HYBE Labels, HYBE Solutions, kantor HYBE Platforms. Selain kantor pusat di Seoul, ada pula HYBE America.

Foto: The Korea Herald, pngegg.com

(Ag/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *