Mengenal ‘Squid Game’ dan Efeknya pada Industri Kreatif Korea Selatan

Serial drama Korea (drakor) ‘Squid Game’ semakin melambungkan budaya Korea di kancah internasional. Drama ini berhasil menjadi terpopuler di beberapa negara, termasuk di Negeri Paman Sam dan Indonesia.

The Korea Herald mencatat, ‘Squid Game’ yang mulai tayang September 2021, menjadi serial drama Korea pertama yang menempati peringkat pertama dalam daftar 10 acara TV Netflix AS. 

‘Squid Game’ yang tayang sebanyak sembilan seri itu, bercerita tentang kumpulan orang-orang Korea Selatan yang memiliki masalah utang di bank. Lalu, mereka diajak memainkan permainan di sebuah wilayah terpencil. Permainan ini menawarkan hadiah hingga miliaran won Korea Selatan.

Jenis permainannya adalah game masa kecil. Bedanya, risiko yang dipertaruhkan tinggi, yakni nyawa. Siapa yang kalah, akan ditembak mati.

Baca Juga: Squid Game Berhasil Kalahkan Popularitas Money Heist

Alur cerita yang demikian, ternyata mampu membius jutaan pasang mata penonton. Bahkan, menurut co-CEO Netflix Ted Sarandos, serial drakor Squid Game diperkirakan bisa menjadi serial Netflix paling populer yang pernah ada. “Squid Game pasti akan menjadi pertunjukan bahasa non-Inggris terbesar kami di dunia, pasti,” katanya, Senin (waktu AS) pada Code 2021, konferensi teknologi tahunan yang diselenggarakan di Beverly Hills, California, Selasa, 28 September 2021.

‘Squid Game’ telah dibandingkan dengan berbagai hal, mulai dari film thriller berdarah Jepang Battle Royale, hingga seri Hunger Games dan sesama serial Netflix, Alice in Borderland. Sama seperti Parasite, dengan sutradara Bong Joon-ho yang sangat sukses, serial Squid Game juga menggambarkan Korea Selatan kontemporer.

“Saya ingin menulis cerita yang merupakan alegori atau fabel tentang masyarakat kapitalis modern. Sesuatu yang menggambarkan persaingan ekstrem, agak seperti persaingan hidup yang ekstrem,” kata sutradara Hwang Dong-hyuk kepada Variety.

Dia mengatakan, sebagai permainan bertahan hidup, ini adalah hiburan dan drama manusia. Permainan itu digambarkan sangat sederhana dan mudah dimengerti.

Dikutip dari Kompascom, banyak kritikus yang menyukai Squid Game. Peringkatnya sempurna atau 100 persen di Rotten Tomatoes. Menurut Direktur Pusat Penelitian Korea di Australia Barat, Jo Elfving-Hwang, Squid Game dengan cerdik menggabungkan unsur-unsur K-drama dan film Korea.

Baca Juga: Netflix Resmi Buka Kantor di Korea, Indonesia Kapan?

Hal ini yang membuat serial itu sangat populer. “Tema dilumpuhkan oleh utang akan sangat akrab oleh banyak penonton Korea (dan) saya pikir ini dapat dikenali oleh orang-orang di tempat lain”, kata Dr Elfving-Hwang. Saat Hollywood meluncurkan remake dan film superhero yang tak ada habisnya, orang mencari konten yang baru dan berbeda.

Menurut seorang penulis budaya pop, Cynthia Wang, orang-orang menginginkan cerita orisinal yang kreatif dan mereka tidak menemukannya dalam produksi waralaba yang besar, tapi menemukannya di Squid Game.

“Kami mencari streamer seperti Netflix menyediakan ini untuk kami dan Netflix, pada gilirannya, menemukan hal semacam itu di produksi lokal dari seluruh dunia,” ujar Cynthia.

Sementara itu, melansir Fast Company, 28 September 2021, ‘Squid Game’ menjadi terkenal karena menyentuh tema serupa dari keputusasaan dan eksploitasi kelas bawah yang dieksplorasi oleh ekspor Korea Selatan untuk mengambil alih dunia.

Tema itu dirasa mirip dengan film Parasite. Tema perjuangan kelas bawah tidak lekang oleh waktu, tetapi menjadi lebih populer akhir-akhir ini karena ketidaksetaraan telah melebar di banyak tempat di seluruh dunia.

Baca Juga: Rekomendasi dan Sinopsis 4 Drama Korea Baru di Netflix

Efek ‘Squid Game’ Selanjutnya

Diperkirakan, selepas ‘Squid Game’ para penoton masih akan memburu konten berbau Korea. “Tidak hanya K-pop, konten K mendapatkan popularitas besar akhir-akhir ini. Banyak orang telah menemukan konten Korea melalui Netflix yang telah memainkan kekuatan pendorong di balik popularitas (drama dan pertunjukan Korea),” kata anggota band K-pop Super Junior Kim Hee-chul dan Kai EXO, dikutip The Korea Herald.

Konten mendatang yang ditawarkan di Netflix adalah “Paik’s Spirit,” yang akan menjadi serial realitas pertama Netflix yang berfokus pada minuman, makanan, dan budaya Korea. Lalu ada “My Name,” sebuah thriller kriminal yang dibintangi aktor Korea Han So-hee. Pertunjukan tersebut dirilis masing-masing pada 1 Oktober dan 15 Oktober.

Serial drama dan reality show Korea mendatang lainnya yang tersedia di Netflix di antaranya “New World” dan “The Hungry and The Hairy” pada bulan November, “The Silent Sea” dan “Single’s Inferno” pada bulan Desember, “Juvenile Justice” dan “All of Us Are Dead” pada Januari 2022 dan “Love and Leashes” pada Februari 2022.

Reality show road-trip “The Hungry and The Hairy” adalah serial asli Netflix yang diproduksi oleh produser bintang Kim Tae-ho, dan akan menampilkan bintang K-pop Rain dan komedian Ro Hong-chul, yang memiliki minat yang sama dalam mengendarai sepeda motor. Keduanya akan mengalami berbagai kegiatan dan makanan lokal selama perjalanan di Korea Selatan.

Konten Korea yang saat ini booming salah satunya melalui Netflix. Raksasa streaming konten yang berbasis di AS itu telah menghasilkan efek ekonomi di Korea Selatan senilai 5,6 triliun won (USD4,73 miliar) dan menciptakan 16.000 pekerjaan lokal sejak masuk Korea tahun 2016.

Baca Juga: Festival Film Internasional Busan Rangkul Konten Streaming

Dikutip The Korea Herald, sejak tahun 2016, Netflix telah menginvestasikan sekitar 770 miliar won dalam produksi konten dalam negeri. Tahun ini, ia mengumumkan rencana untuk menghabiskan tambahan 550 miliar won.

“Ketika Netflix pertama kali diluncurkan di Korea pada tahun 2016, kami tidak akan percaya bahwa dalam waktu lima tahun kami akan membuat 80 pertunjukan dan film. Bahkan lebih sulit untuk membayangkan jenis dampak yang akan kami bawa ke penggemar di seluruh dunia dan ekonomi kreatif Korea,” kata perusahaan itu dalam laporannya.

“Serial Korea terbaru, bergema di seluruh masyarakat kita, sementara ‘Squid Game’ telah memukau dunia dengan menduduki peringkat pertama Netflix AS untuk pertama kalinya sebagai serial Korea,” kata Kang Dong-han, wakil presiden dari konten di Netflix Korea.

Netflix menekankan upayanya untuk lebih mengglobalkan konten Korea.

“Netflix telah mampu menjadi platform untuk penyebaran budaya Hallyu baru melalui acara seperti ‘Kingdom,’ ‘Vincenzo’ dan ‘Squid Game.’ Ini semua telah menyebabkan peningkatan penjualan dan lapangan kerja di industri terkait sejalan dengan globalisasi Gelombang Korea,” katanya.

Foto: wallpapersden.com

(Ag/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *