Kisah Pekerja Migran di Korea yang Pulang ke Tanah Air dengan Gelar Sarjana
Pekerja migran Indonesia kerap membawa kisah pilu untuk kita. Namun siapa sangka, mereka yang meninggalkan Indonesia dengan pendidikan rendah, ketika pulang ke tanah air sudah menyandang gelar sarjana.
Hal tersebut dimungkinkan karena Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul menjalin kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT). Jumlah pekerja migran yang saat ini aktif mengikuti perkuliahan UT di Korea berjumlah sekitar 222 orang. Jumlah itu terus bertambah setiap tahunnya.
Pihak KRBI terus mendorong pertumbuhan partisipasi pekerja migran untuk meningkatkan kemampuannya. Apalagi, di Korea Selatan ada sedikitnya 36.000 pekerja migran Indonesia.
Kini usaha tersebut membuahkan hasil. Ada 19 orang yang belajar di UT dinyatakan lulus dan diwisuda pada 10 Oktober 2020. Sebanyak 11 orang mengikuti wisuda secara fisik dan delapan lainnya diwisuda secara virtual. Semua wisudawan telah menyelesaikan studi sembari bekerja di berbagai perusahaan di Korea Selatan.
“Ilmu pengetahuan yang diperoleh selama di Korea, baik di tempat kerja maupun dari kuliah di UT, menjadi modal kalian untuk membawa perubahan bagi kemajuan Indonesia,” kata Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yang menyampaikan pidato wisuda secara virtual, sebagaimana terdapat di laman KBRI Seoul.
Pada kesempatan yang sama, Dubes RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi, yang mendampingi acara wisuda berharap para lulusan yang merupakan pekerja migran itu bisa membuka lapangan pekerjaan saat kembali ke Tanah Air. Acara wisuda sendiri dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Selesai kontrak kerja nanti, pulang dari Korea, saya harapkan di Tanah Air kalian buka usaha, buka lapangan kerja. Apalagi dengan adanya UU Cipta Kerja yang baru disahkan DPR beberapa hari lalu, membuka usaha atau membentuk koperasi di Indonesia akan menjadi jauh lebih mudah,” harap Umar.
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ojat Darojat, yang hadir secara virtual menekankan pentingnya akses pendidikan tinggi bagi para pekerja migran Indonesia di seluruh dunia. “Dengan akses pendidikan tinggi Universitas Terbuka, kita terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dimanapun mereka berada.”
Sofieyana Hidayah dari jurusan Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan telah berhasil menjadi Wisudawan Terbaik tahun 2020. Di sela kesibukannya bekerja di perusahaan aksesoris mobil, secara mandiri Sofie mempelajari berbagai bahasa asing. Sekembalinya ke Indonesia ia berencana melanjutkan pendidikan di bidang bahasa dan sastra.
KBRI Seoul juga menyediakan program kelompok belajar “Kampung Korea” (Kami Mantap Pulang dari Korea) yang membekali para pekerja migran dengan pengetahuan dan keterampilan praktis berwirausaha untuk menjadi bekal saat kembali ke Indonesia.
(Ag/Ag)

Leave a Reply