Reunifikasi Semenanjung Korea Melalui Think Tank 2022
Para pemimpin dan pakar dunia, serta partisan yang berjumlah jutaan orang bergabung dalam sebuah forum bernama “Think Tank 2022” secara virtual. Tujuan mereka adalah mempromosikan reunifikasi damai di Semenanjung Korea.
Think Tank 2022 adalah jaringan multi-sektor global dengan lebih dari 2.000 pakar yang berdedikasi untuk menemukan solusi praktis guna mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea. “Jaringan ini akan membuat perbedaan untuk perdamaian di Semenanjung Korea melalui persatuan internasional,” kata Mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-Moon, saat menyampaikan pidatonya di 6th Rally of Hope yang disiarkan langsung dari Korea Selatan ke 194 negara dan diterjemahkan ke dalam 14 bahasa.
Rally atau rapat umum keenam ini fokus membicarakan langkah konkret perdamain antara Korea Utara dan Korea Selatan. Misalnya membangun Taman Perdamaian PBB di zona demiliterisasi (DMZ), membangun terowongan bawah laut Korea-Jepang, mengembangkan pariwisata Gunung Geumgang, dan membantu keluarga Korea yang terpisah untuk menemukan kerabat mereka.
Sebelumnya, sudah ada lima rapat umum dalam tajuk yang sama, Rally of Hope sejak Agustus 2020. Berbagai hal telah dibahas, meliputi masalah pandemi COVID-19, degradasi lingkungan, kemiskinan dan ketidaksetaraan sosial-ekonomi, hubungan etnis dan ras, serta soal keamanan internasional.
Baca Juga: Unifikasi Korea Dibahas AS, Jepang, dan Korea Selatan
Pihak yang berada di balik Rally of Hope adalah Universal Peace Federation (UPF), yang didirikan sepasang suami isteri asal Korea Utara. Mereka adalah Dr. Hak Ja Han Moon dan almarhum suaminya, Pendeta Dr. Sun Myung Moon. Mereka melarikan diri ke selatan selama Perang Korea dan telah mengabdikan hidup mereka untuk memajukan dunia yang lebih damai dan menyatukan kembali Korea. “Saya memuji Dr. Hak Ja Han Moon, UPF, dan para pemimpin Think Tank 2022,” kata Ban.
Mereka yang juga hadir dalam 6th Rally of Hope ini Presiden Niger E. Mohamed Bazoum, Mantan Wakil Presiden AS Mike Pence, Mantan Menteri Luar Negeri AS dan Direktur CIA Mike Pompeo, Mantan Perdana Menteri Republik Korea Chung Sye-Kyun, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Presiden Zanzibar Dr. Hussein Ali Mwinyi, pengusaha dan investor Amerika Mr. Jim Rogers, Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa Mr. David Beasely , Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Newt Gingrich, dan banyak pejabat dan pemimpin lainnya.
Juga ada Pengembang Vaksin Oxford Sarah Gilbert, Presiden Komisi Eropa (2004-14) dan Pemenang Nobel Uni Eropa E. José Manuel Barroso, Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia PBB dan Pemenang Nobel WFP David Beasley, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS (1995-1999) Newt Gingrich, Pendeta Senior Gereja Baptis Thomas Road Jonathan Falwell, Ketua Beeland Interests, Inc. Jim Rogers, dan lainnya.
“Saya yakin kali ini kita akan menuai hasil perdamaian yang akan menguntungkan rakyat Korea, Amerika Serikat dan seluruh umat manusia,” ujar Mike Pence.
Baca Juga: Ada Wakil Indonesia dalam Festival Perdamaian DMZ 2020 di Korea yang Berjalan Sukses
Sedangkan Mike Pompeo percaya bahwa perdamian di Semenanjung Korea akan membawa perdamaian dan kemakmuran besar-besaran ke semenanjung dan kawasan. Ia juga menyinggung bahwa kebebasan beragama memang dasar dari semua kebebasan. “Dengan doa, iman, dan komitmen kepada Tuhan, kedamaian akan menyusul.”
Dr. Moon dan para pemimpin dunia dari semua benua menandatangani resolusi untuk secara resmi mendirikan Think Tank 2022. Seremoni ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Dr. Moon. UPF berfokus pada cita-cita inti dari interdependensi (saling menghormati, kerja sama, dan pengakuan atas kemanusiaan kita bersama), kemakmuran bersama (pengentasan kemiskinan ekstrim dan komitmen untuk kemajuan umat manusia), dan nilai-nilai universal (landasan bersama berbasis keimanan yang kita miliki lintas batas kebangsaan, agama, budaya, dan ras).
Foto: The Asia N
(Ag/Ag)

Leave a Reply