60 Jurnalis dari 50 Negara Bahas Covid-19 dan Perubahan Iklim

Sekitar 60 jurnalis dari 50 negara bertemu secara tatap muka dan sebagian lagi daring di Seoul, Korea Selatan dalam rangka Konferensi Jurnalis Dunia 2021. Mereka membahas peran media di tengah isu global, pandemi Covid-19 dan perubahan klim.

Konferensi yang berlangsung selama 3 hari, 18-20 April 2021, membahas dua tema: “Prospek Era Pasca COVID”, dan “Masalah Iklim Global.” Keduanya telah mempengaruhi masyarakat, lingkungan dan kehidupan di seluruh dunia. Di dalam ajang pertemuan media tahunan sejak 2013 itu, para peserta ingin menjawab apa yang media bisa lakukan terhadap 2 isu tersebut.

“Seperti yang mungkin Anda ketahui, Covid-19 telah membawa perubahan besar di seluruh dunia dengan cara yang paling menyakitkan. Era transformasi besar dengan ketidakpastian telah tiba,” kata Chung Sye-kyun, Perdana Menteri Korea Selatan saat memberikan sambutan secara daring, Senin, 19 April 2021, dikutip dari The Korea Times.

Baca Juga: AJA: Kudeta Myanmar Jangan Menindas Media

Hal yang sama juga kita rasakan terkait dengan perubahan iklim. Menurut Chung, masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh satu negara saja. “Semua negara harus bersatu padu melintasi batas negara untuk mencari solusi.”

Chung berharap para peserta konferensi dapat menemukan peran media dalam menangani masalah-masalah penting di tengah ketidakpastian ini. Selain itu, yang juga tidak boleh dilupakan adalah peran media dalam menyampaikan kebenaran.

Berkat perkembangan teknologi digital, kita dapat dengan mudah memproduksi, mendistribusikan, dan mengonsumsi informasi. Maka tidak heran, ada banyak berita tidak benar berseliweran. Ditambah dengan masih rendahnya tingkat literasi masyarakat. Oleh karena itu, peran media sebagai tonggak kebenaran harus selalu dikedepankan. 

Presiden Asosiasi Jurnalis Korea (JAK) sebagai penyelenggara, Kim Dong Hoon, menekankan pentingnya konferensi ini untuk menjalin kerja sama dan mengumpulkan informasi dalam persiapan menghadapi era pasca Covid-19. “Bagaimanapun, keberadaan kita di satu dunia ini, mengajarkan bahwa tindakan pencegahan di satu negara saja tidak cukup untuk mengakhiri penyebaran penyakit menular.”

Hari pertama konferensi, para jurnalis membahas apa yang diharapkan dan peran jurnalisme di era pasca Covid-19. Bertindak sebagai moderator adalah Jung Min-ho, editor konten digital The Korea Times sekaligus Kepala Departemen Hubungan Internasional JAK.

Baca Juga: Konferensi Jurnalis Dunia 2021 Berlangsung 19-20 April

Jurnalis dari seluruh dunia yang berpartisipasi secara daring dalam Konferensi Jurnalis Dunia tahunan 2021 terlihat di layar di Pusat Pers Korea di pusat kota Seoul, Senin, 19 April 2021 (The Korea Times)

Sekitar 26 pembicara berbagi pengalaman terkait skenario pasca Covid-19 di negara mereka. Hal penting juga diungkap soal mendesaknya peran media dalam menyampaikan kebenaran. Tampak hadir dalam sesi ini, di antaranya Direktur Layanan Publik Asosiasi Jurnalis Indonesia Mohammad Nasir; Kolumnis The Irish Times Frank McNally (Irlandia); Profesor psikologi Universitas Ajou Kim Kyung-il; dan Wakil Direktur Nest Taller de Communicacion Rafael Robledo (Meksiko).

Pada hari kedua konferensi, sekitar 22 pembicara membahas tanggapan bersama komunitas internasional dan peran jurnalisme terhadap isu iklim global. Mereka yang hadir sebagai pembicara, di antaranya Wakil Editor-in-chief The Kabul Times Fathulbari Akhgar (Afghanistan); Mantan jurnalis The Daily Star Md Tawfique Ali (Bangladesh); Reporter lingkungan Segye Ilbo Yun Ji-ro (Korea); dan Ketua Komunikasi Lingkungan Singapura Ivan Lim.

Foto: Jurnalis dari Korea berpartisipasi dalam Konferensi Jurnalis Dunia tahunan 2021 di Pusat Pers Korea di pusat kota Seoul, Senin, 19 April 2021, dengan jurnalis dari negara lain mengambil bagian secara daring. Konferensi yang berlangsung selama tiga hari itu membahas peran media di era pasca Covid-19 dan krisis iklim global. (The Korea Times)

(Ag/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *