Banjir yang Membuat Rakyat Korea Mengalami ‘Fobia Bawah Tanah’

Banjir yang melanda Korea Selatan pada Juli 2023 memberikan sinyal bahaya bagi siapa saja yang beraktifitas di bawah tanah.

Saat banjir melada, selalu ada korban meninggal pada mereka yang berada di bawa tanah. Hal ini selalu berulang di setiap tahunnya.

Baca Juga: Korsel Diterjang Banjir dan Longsor, Adakah Korban WNI?

Setidaknya 14 orang telah dipastikan tewas dalam banjir di underpass Gunpyeong 2 di Osong-eup, Cheongju, Provinsi Chungcheong Utara pada hari Senin, 17 Juli 2023. Total ada 44 tewas dan 6 orang masih hilang di tengah hujan yang terus berlanjut hingga Rabu pagi, 19 Juli 2023.

Lalu, pada September 2022, tujuh orang tewas setelah banjir menggenangi area parkir bawah tanah di Pohang, Provinsi Gyeongsang Utara. Pada tahun 2020, empat orang tewas ketika underpass di Busan dan Daejeon terendam banjir.

Dengan meningkatnya korban banjir selama bertahun-tahun, beberapa orang Korea mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan apa yang oleh banyak orang disebut sebagai “fobia bawah tanah.” Mereka menjadi takut berada di dalam ruang bawah tanah saat hujan lebat.

Seorang warga bernama Park mengatakan bahwa dia menghindari kereta bawah tanah dan area bawah tanah lainnya saat hujan. “Setiap kali hujan, saya bahkan tidak naik kereta bawah tanah karena takut stasiun akan kebanjiran.”

Sayangnya, para ahli mengatakan jika tidak ada langkah-langkah strategis, maka banjir bawah tanah bisa terus terjadi di masa depan. Menurut analisis statistik iklim Administrasi Meteorologi Korea, dari tahun 2012 – 2021 tercatat jumlah hari dengan curah hujan di atas 50 milimeter per jam di Korea dihitung rata-rata 6,0 hari. Angka ini meningkat signifikan jika dibandingkan tahun 1973 – 1982 yang tercatat rata-rata 2,4 hari.

Di lain pihak,  jumlah ruang bawah tanah terus meningkat, terutama di kota-kota besar seperti Seoul. “Saat kota menjadi padat penduduk, area yang berada di atas tanah menjadi semakin langka. Maka ruang bawah tanah terus dikembangkan,” kata profesor Lim Ki-taek dari Departemen Arsitektur dan Desain Universitas Nasional Pukyong.

Baca Juga: Ada 11 Orang Tewas dan 32 Situs Warisan Budaya Korea Rusak Akibat Topan Hannamnor

Selain itu, menurut “Laporan Status Jalan, Jembatan, dan Terowongan 2023” dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi, total panjang underpass di Korea meningkat dari 54.999 meter pada tahun 2000 menjadi 231.857 meter pada tahun 2022.

Sumber: The Korea Herald

Foto: The Korea Herald

(Ag/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *