Blackpink: Catat Rekor sekaligus Menuai Kontroversi Soal Baju Perawat Seksi

Satu hari setelah rilis, 7 Oktober 2020, The Album milik Blackpink langsung terjual 590.000 album. Sebuah catatan rekor. Namun di saat hampir bersamaan video musik “Lovesick Girls” dikecam karena salah satu anggota Blackpink mengenakan pakaian perawat.

YG Entertainment mengonfirmasi bahwa catatan rekor penjulan The Album mengalahkan rekor penjualan yang sebelumnya dicatatkan oleh IZ*ONE dengan album ‘Oneiric Diary’ yang “hanya” mencatatkan angka 389.334 keping. Angka tersebut masih akan bertambah karena tidak menghitung  penjualan ke di luar Korea. 

Sayangnya, catatan mentereng ini ternoda oleh adegan Jennie (salah satu dari 4 anggota Blackpink) memakai seragam perawat di video musik “Lovesick Girls.” Kontroversi dimulai saat Serikat Pekerja Kesehatan dan Medis Korea Selatan mengecam penggambaran perawat dalam video musik tersebut.

Menurut asosisi tersebut, baju yang dikenakan Jennie tidak sesuai dengan kenyataan. Baju perawat tidaklah bergaun pendek, ketat memperlihatkan lekuk tubuh, dan bersepatu dengan hak tinggi. Penggambaran ini, argumen asosiasi melanjutkan, membuat publik mempunyai kesan bahwa perawat yang sebagian besar perempuan bisa dilecehkan.

Asosiasi mengakui bahwa pihaknya telah lama berjuang untuk menghapus persepsi perawat menjadi sasaran obyek seks. Melalui album ini, perjuangan mereka menjadi lebih berat karena pakaian perawat yang dipakai Jennie menunjukkan stereotip seksual yang khas.

Beberapa waktu belakangan ini, di Twitter ramai tagar, seperti “perawat adalah profesi” dan “perawat bukanlah kostum.” Para perawat mengkritik pakaian tersebut karena dianggap tidak realistis dan ada unsur “perempuan nakal” pada penggambaran kostum tersebut. Dengan demikian, akan membuat persepsi yang salah tentang profesi perawat di mata publik.

Terhadap hal ini, YG Entertainment angkat suara. Menurut mereka, YG Entertainment tidak bermaksud sama sekali menyinggung profesi perawat. “Selama mengerjakan video musik untuk waktu yang lama, kami tidak menyangka masalah ini akan menjadi besar karena (adegan) tidak memiliki maksud khusus untuk itu,” ujar agensi itu dalam keterangannya.

Menurut YG Entertainment, dalam adegan yang dipermasalahkan itu, sebenarnya ingin menggambarkan apa yang ada di lirik lagu ‘Lovesick Girls,’ yakni, “Tidak ada dokter yang bisa membantu ketika saya mabuk cinta.”

Namun demikian, YG Entertainment meminta maaf sekaligus mengapresiasi kerja keras para perawat selama ini. Sekalipun ada sebagian fans Blackpink menganggap kritik sebagai sesuatu yang berlebihan.

Lebih lanjut, YG Entertainment akan mengedit video tersebut. “Kami telah memutuskan untuk menghapus semua adegan dengan seragam perawat di video musik Blackpink ‘Lovesick Girls’ dan berencana untuk mengganti video tersebut secepat mungkin,” tegas YG Entertainment dalam pernyataan email sebagaimana dikutip Yonhap News Agency.

(Ag/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *