DWG Angkat Pamor Korea Setelah Menjuarai LoL World Championship

Tim esports Korea Selatan DAMWON Gaming (DWG) sukses mengalahkan Suning Gaming 3-1 di partai puncak League of Legends (LoL) World Championship. Dengan demikian, DWG mengembalikan kejayaan Korea di kompetisi yang lahir tahun 2011 itu.

Menurut catatan China Global Television Network (CGTN) pertandingan pada Sabtu 31 Oktober 2020 tersebut disebut sebagai salah satu final terbaik sepanjang masa. Sejak tahun 2014, baru kali ini tim Korea kembali bertemu dengan Tiongkok. Bahkan perwakilan League of Legend Championship Korea (LCK) belum memenangkan Piala Dunia sejak 2017, ketika Samsung Galaxy memenangkan Summoner Cup.

Pertandingan kedua tim disebut esports.id berjalan sengit lewat seri best of five. Selama 1 bulan kompetisi, tampak sekali DWG mampu mengontrol permainan. Mereka menerapkan strategi yang secara apik untuk selalu mengikuti pergerakan lawan tanpa harus melewati pertarungan yang tak berarti. Kemampuan mereka untuk bermain sebagai sebuah tim berhasil memberikan mereka trofi paling bergengsi di League of Legends, Summoner’s Cup.

Dari laga pertama sampai ketiga, pertandingan relatif berimbang. Keduanya terlibat saling jual beli serangan dalam pertarungan-pertarungan yang menegangkan. Damwon berhasil memenangkan game pertama dan ketiga yang meskipun mereka sempat tertinggal. Tetapi berkat rotasi dan pergerakan yang baik, tim ini berhasil memukul balik musuhnya.

Baca Juga: 10 Pemain Asia Termahal, Nomor Satu dari Korea

Masih dari esports.id, Suning berhasil mendapatkan poin di game kedua dan Bin, top lanernya, mengamankan pentakill menggunakan champion Fiora. Pentakill ini merupakan yang pertama sepanjang sejarah Worlds Finals. Suning sebenarnya mempunyai kesempatan yang sama untuk memenangkan pertandingan di beberapa teamfight, namun mereka tidak berhasil memanfaatkannya dengan baik. Bin dan SofM menjadi pemain penting di seri ini bagi Suning.

Game keempat adalah satu-satunya game yang tidak berimbang. Damwon sudah menang sejak awal dan mereka tidak memberi ruang kepada Suning untuk melawan dan game bisa diakhiri dengan cukup cepat. Game berakhir dengan kekecewaan bagi Suning di depan para penonton setia mereka di stadion Pudong Shanghai, Tiongkok.  

Sebagai pemenang, DWG membawa banyak harapan dari negara asalnya Korea Selatan. Setelah sebelumnya tim Gen.G kalah dari tim EU G2 dan DragonX kalah saat derby dengan mereka. Salah satu alasan utama di balik kesuksesan DWG adalah mekanika. Tim punya visi permainan yang kuat dan sering kali menemukan strategi yang tepat untuk digunakan dalam kompetisi.

Kemenangan ini menandai akhir dari kemenangan dua tahun beruntun The League of Legends Pro League Tiongkok (LPL) dan menetapkan kembali League of Legends Champions Korea (LCK) sebagai tim terbaik di dalam gelaran terbesar League of Legends, LoL World Championship. Wilayah Korea Selatan dulu mendominasi kompetisi, memenangkan semua kejuaraan dunia dari 2013 hingga 2017. Sekarang, dengan kemenangan DWG, dominasi mereka dapat dimulai kembali setelah Tiongkok merebut mahkota pada 2018 dan 2019.

(Ag/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *