Korea Cetak Rekor Tertinggi Penularan Covid-19, Bagaimana dengan Upacara Akhir Tahun?
Saat vaksin Covid-19 mulai menemui titik terang, justru kasus infeksi penyakit ini di Korea Selatan melejit. Hari ini, Negeri Ginseng itu mencatat rekor tertinggi penularan Covid-19 hingga melebihi 1.000 orang. Tradisi membunyikan lonceng di akhir tahun pun lenyap.
Yonhap memberitakan pada Minggu, 13 Desember 2020, jumlah penduduk Korea yang tertular Covid-19 adalah 1.030 kasus. Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) total menjadi 42.766 kasus.
Kasus harian ini menjadi rekor tertinggi, mematahkan rekor hari sebelumnya yang berjumlah 950 kasus. Angka hari ini sekaligus menjadi yang tertinggi sejak negara itu melaporkan kasus COVID-19 pertamanya pada Januari 2020.
Kluster penularan terbesar adalah melalui pertemuan pribadi ditambah dengan infeksi besar-besaran di gereja dan rumah sakit di daerah metropolitan. Maka tidak heran, kasus cenderung meningkat tajam di akhir pekan.
“Ini adalah saat yang sangat mendesak ketika (pemerintah) harus melakukan upaya habis-habisan untuk mencegah penyebaran virus corona dengan memusatkan semua kemampuan pengendalian virus dan kekuatan administratif,” kata Presiden Moon Jae-in.
“Jika kami tidak bisa menghentikan penyebaran virus, kami harus mempertimbangkan untuk menaikkan skema jarak sosial ke Level 3,” katanya.
Pihak berwenang menaikkan langkah-langkah jarak sosial ke Level 2.5, tertinggi kedua di bawah sistem lima tingkat, di wilayah metropolitan Seoul awal pekan ini. Sayangnya upaya tersebut tidak berhasil memperlambat virus.
Moon menekankan pentingnya tes Covid-19 yang luas dan penyelidikan yang cepat dari rute penularan untuk mendeteksi pasien pada tahap awal dan memutus rantai infeksinya. Untuk itu, pemerintah akan menugaskan lebih banyak staf dalam penyelidikan epidemiologi, menambah pusat pengujian, dan mengamankan lebih banyak rumah sakit dan pusat perawatan untuk pasien Covid-19.
Otoritas kesehatan mengatakan tingkat infeksi saat ini dikhawatirkan akan berlanjut untuk sementara waktu di musim dingin. Maka pemerintah pun mendesak warga untuk tinggal di rumah dan membatalkan semua pertemuan akhir tahun.
Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Pemerintah metropolitan Seoul mengatakan bahwa upacara membunyikan lonceng tradisional pada tengah malam pada Malam Tahun Baru akan dibatalkan di tengah lonjakan infeksi Covid-19.
“Mengingat penyebaran COVID-19 yang cepat, kami harus membatalkan upacara dering lonceng akhir tahun,” kata seorang pejabat dari pemerintah kota ibu kota, dikutip The Asia N.
Tradisi ini telah berlangsung 67 tahun sejak 1953. Dan tahun ini adalah kali pertama, lonceng tidak dibunyikan pada peringatan pergantian tahun.
Sebagai gantinya, pemerintah kota berencana untuk mengadakan upacara online. Menayangkan video dering lonceng yang direkam sebelumnya pada menit terakhir tahun ini untuk membantu orang-orang di Seoul merasakan kemeriahan hitung mundur akhir tahun.
Pemerintah kota juga memetakan langkah-langkah untuk menangani ribuan orang yang mungkin berkumpul di sekitar pusat kota pada Malam Tahun. Hal ini penting dilakukan untuk memutus mata rantai penularan yang semakin mengkhawatirkan.
(Ag/Ag)
Foto: Yonhap

Leave a Reply