Saat Perayaan Hangeul, Seorang Siswi Bahrain Memenangkan Lomba Pidato Bahasa Korea
Zahra Al Safi (19), siswi Bahrain berhasil memenangkan kontes pidato bahasa Korea. Ia mengalahkan 1.918 pesaingnya dari 90 The King Sejong Institutes di 76 negara. Zahra merasa senang dengan capaian yang luar biasa ini. Ia berjanji untuk melanjutkan studi Bahasa Korea.
Zahra yang bernama lengkap Zahra Jaffar Ali Mohammed Hussain Al Safi, sangat berterima kasih kepada Kedutaan Besar Korea di Bahrain dan Duta Besar Hae Kwan Chung yang telah mendorong dan memotivasinya hingga dia memenangkan kompetisi.
Dia mengatakan kepada Kantor Berita Bahrain (BNA) pada 9 Oktober 2020, bahwa dia belajar bahasa Korea pada tahun 2016 setelah bertemu orang-orang dari Korea Selatan di Bahrain. Mereka memuji caranya mengucapkan bahasa Korea. Setelah pengalaman itu, Zahra mencoba belajar bahasa Korea dengan kursus online.
“Sikap positif mereka sangat penting dalam mendorong saya untuk belajar bahasa, dan tidak hanya puas dengan beberapa kata,” katanya.
Tampaknya Zahra punya kemampuan dan ketertarikan lebih pada bidang bahasa. Sebelum memenangkan kontes pidato bahasa Korea ini, ia juga pernah mengikuti lomba pidato dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Tidak mudah baginya sampai di titik ini, karena ia harus menjalani kompetisi yang panjang dari April hingga Juli 2020 untuk bertarung dengan 1.918 siswa. Hanya sepuluh yang bisa lolos ke babak final.

Pandemi Covid-10 yang masih melanda membaut babak final diadakan secara online. Setiap kontestan diberi waktu empat menit untuk berbicara dalam bahasa Korea tentang “orang Korea yang saya temui, orang Korea yang akan saya temui”.
Zahra mengatakan bahwa sebagian besar kontestan berbicara dalam pidatonya tentang sikap mereka dan bagaimana mereka mengenal warga Korea. “Saya mengambil pendekatan yang berbeda dan saya tersentuh dengan karakter orang Korea. Pendekatan ini jelas membedakan saya dengan peserta lain, dan membantu saya memenangkan kontes,” katanya.
Setelah ini, Zahra ingin mendalami spesialisasi dalam bahasa Korea untuk menjadi penerjemah dan juru bahasa yang kompeten dalam bahasa Arab dan Korea. “Spesialisasi seperti itu jarang terjadi dan saya ingin mengisi kekosongan tersebut. Saya berharap suatu saat bisa menjadi duta budaya dan adat istiadat Arab untuk Korea, khususnya budaya dan adat Bahrain,” katanya.
Kontes pidato Korea diadakan di bawah naungan Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea yang bekerja sama dengan The King Sejong Institute.
Raja Sejong (15 Mei 1397 – 30 Maret 1450), raja ke-4 dari Dinasti Joseon, adalah penemu abjad Korea yang disebut “hangeul.” The King Sejong Institute adalah institut yang menawarkan kursus bahasa Korea dan aktivitas budaya Korea kepada orang asing di luar negeri.
Hari Hangeul, juga disebut Hari Penetapan Hangeul atau Hari Abjad Korea, adalah hari istimewa bangsa Korea yang memperingati penciptaan dan penetapan penggunaan abjad asli bahasa Korea yaitu hangul (한글) oleh Raja Sejong. Hari hangeul diperingati pada 9 Oktober di Korea Selatan dan 15 Januari di Korea Utara. Di Korea Utara, perayaan ini disebut Hari Chosŏn’gŭl. Sejak tahun 2013, Hari Hangeul menjadi hari libur nasional di Korea Selatan.
(Ag/Ag)
Foto: Duta Besar Korea Selatan untuk Kerajaan Bahrain, Hae Kwan Chung, memberi selamat kepada Zahra atas prestasinya di Kedutaan Besar Korea, 9 Oktober 2020/ Bahrain News Agency

Leave a Reply