Demi Hak Kekayaan Intelektual, Studionya ‘Extraordinary Attorney Woo’ Tolak Netflix
Rumah produksi Korea Selatan yang memproduksi “Extraordinary Attorney Woo” menolak tawaran Netflix untuk menjadikan serial tersebut sebagai proyek originalnya.
Baca Juga: Saat Sungjae BTOB Konser di Indonesia dan Jadi Pemuda Miskin di “Golden Spoon”
Pertimbangan utamanya adalah demi mengamankan hak kekayaan intelektual. Pada akhirnya, tim produksi memilih menawarkan hak siar kepada stasiun TV lokal.
“Netflix mengusulkan memproduksi seri original, namun kami menolak tawaran itu dan menjual hak siar kami di luar negeri sebagai gantinya. Kemudian kami mendekati saluran TV lokal yang menginginkan hak siar domestik,” kata CEO Astory dalam sesi khusus 2022 Broadcast Worldwide (BCWW) di Seoul, Lee Sang Baek dikutip dari Yonhap, Rabu, 31 Agustus 2022.
Sebuah drama dengan sematan ‘Netflix Original’ berarti drama tersebut dibeli putus dan/atau didanai langsung oleh Netflix sehingga hak ciptanya dimiliki Netflix. Atinya, jika Astory sepakat dengan Netflix berarti drama 16 episode itu ditayangkan di saluran kabel lokal Korea Selatan, ENA, dan tersedia di Netflix untuk penonton di luar negeri. Tetapi Astory akan kehilangan hak ciptanya atas ‘Extraordinary Attorney Woo.’
Astory sendiri didirikan pada tahun 2004 sebagai salah satu studio produksi drama terkemuka di Korea. Film thriller zombie hit Netflix “Kingdom” (2009) dan “Kingdom 2” (2020) menjadi karya Astory yang membuatnya semakin berkibar.
Baca Juga: Banjiha Rumah ala Film Parasite Paling Terdampak Banjir Korea
“Kingdom” adalah Netflix pertama berbahasa Korea asli di mana Netflix memonopoli semua IP atau hak kekayaan intelektual, termasuk hak siar domestik dan internasional, hak untuk reproduksi dan kontrol atas karya turunan.
Lee mengatakan perusahaannya hampir tidak mendapat manfaat dari popularitas “Kingdom” di seluruh dunia. Film ini telah menerima pujian dari para kritikus dan penonton sehingga berlanjut ke musim kedua dan episode spin-off, “Kingdom: Ashin of the North” (2021).
“Kami membuat ‘Kingdom’ tetapi sangat disesalkan bahwa kami tidak memiliki IP konten yang begitu bagus. IP membantu studio mendapatkan uang yang berkelanjutan dan terus berkembang. Tanpa IP, perusahaan harus bergantung pada kesepakatan outsourcing,” kata Lee.
Baca Juga: Cerita Bintang Drakor Seol In Ah Pertama Kali Datang ke Indonesia
Tampaknya, Lee tidak ingin pengalaman ‘Kingdom’ terulang pada ‘Extraordinary Attorney Woo’ yang saat ini telah berhasil meraih kesuksesan global. Serial yang dibintangi oleh Park Eun Bin itu berada di puncak grafik penonton mingguan resmi Netflix selama total tujuh minggu sejak masuk 10 besar di minggu kedua perilisan.
Karena itulah, Astory memutuskan untuk memegang hak eksklusif “Extraordinary Attorney Woo.” Dengan hak eksklusif itu, perusahaan dapat membuat copy, mendistribusikan, dan mengadaptasi cerita aslinya. Versi komik web tersedia di Naver Webtoon dan adaptasi musikalnya sedang dalam proses produksi.
Foto: CEO Astory Lee Sang-baek berbicara dalam sebuah konferensi di Broadcast Worldwide 2022 di Dongdaemun Design Plaza di Jung-gu, Seoul. (KOCCA – The Korea Herald)
(Ag/Ag)

Leave a Reply