Survei: Pandemi Akibatkan 84% Media Cetak Korea Krisis

Sebuah survei menyebutkan, sekitar 84 persen surat kabar dan majalah di Korea Selatan mengalami kesulitan bisnis. Hal ini sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia sampai sekarang. 

The Korea Herald mencatat, survei yang dilakukan oleh Korea Press Foundation merupakan hasil jajak pendapat terhadap 2.943 perusahaan surat kabar, dari 1 Juli hingga 30 September 2020. Lalu ada 1.264 perusahaan majalah yang juga masuk dalam survey, dari 29 Juni hingga 4 September 2020.

Sebanyak 33,4 persen perusahaan surat kabar dan majalah mengatakan mereka sedang mengalami krisis manajemen “sangat parah.” Sementara 50,8 persen menjawab, kondisi mereka “agak parah.”

Hanya 13,3 persen responden mengatakan krisis akibat Covid-19 “tidak terlalu parah.” Sedangkan 2,5 persen ternyata “sama sekali tidak parah,” alias tidak begitu terpengaruh oleh kondisi pandemi. Media cetak ini merupakan bagian dari majalah nirlaba.

Baca Juga: Sikap AJA Terhadap Kemenangan Joe Biden: Semoga yang Terpilih Dikenang Karena Cintanya pada Banyak Orang

Tujuh dari 10 surat kabar melaporkan penurunan pendapatan iklan dibandingkan dengan paruh pertama tahun lalu. Di antara surat kabar, 81,2 persen mengatakan pendapatan penjualan mereka turun dari tahun lalu. Sementara 62,4 persen perusahaan majalah mengatakan mereka telah mengantisipasi penurunan omset tahun ini.

Menanggapi kesulitan ekonomi, 15,6 persen dari surat kabar dan majalah memutuskan untuk memberikan cuti berbayar kepada karyawannya. Namun, 15,1 persen lainnya mengatakan, mereka sedang berencana untuk merumahkan para karyawannya tanpa dibayar.

Hasil survei juga menunjukkan, 32,6 persen responden menyatakan kesulitan membayar upah, sedangkan 60,9 persen menyatakan kesulitan membayar pajak dan premi asuransi bagi karyawan.

Sebagai solusi yang mungkin untuk mengatasi krisis, 87,6 persen responden mengatakan mereka mendukung peningkatan belanja iklan pemerintah. Solusi lain yang mengemuka adalah memberikan pinjaman darurat dan “subsidi untuk langganan” yang dilontarkan responden masing-masing 79,4 persen dan 62,4 persen.

(Ag/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *