“Kakao T Pet” Manjakan Pemilik Anjing di Korea Selatan
Bepergian dengan hewan peliharaan tidak pernah mudah bagi Kim Hye-in, pemilik Pomeranian berusia 30 tahun.
“Saya benci mengurung anjing saya di kabin pengap setiap kali saya naik transportasi umum. Itu mencekiknya,” kata Kim.
Baca Juga: NFT Mulai Diadopsi oleh Industri Film Korea
Untuk pemilik hewan peliharaan seperti Kim, “taksi hewan peliharaan” adalah alternatif yang menarik. Dari penjemputan dokter hewan hingga ambulans hewan peliharaan, layanan sopir untuk hewan peliharaan bermunculan di seluruh Korea Selatan sejak 2017 ketika layanan tersebut mendapat lampu hijau. Sebagian besar layanan diberikan oleh pemilik taksi independen. Dan Kakao Mobility, operator layanan panggilan taksi utama Kakao T, kini bergabung dalam bisnis ini.
Pengumuman perusahaan untuk meluncurkan “Kakao T Pet” bulan depan datang hanya sekitar setahun setelah raksasa mobilitas itu mengakuisisi startup taksi hewan peliharaan terkemuka di negara itu, Pet Me Up.
Setiap kabin “Kakao T Pet” akan mengakomodasi kebutuhan eksklusif hewan peliharaan dengan pagar pengaman dan kursi mobil hewan peliharaan. Layanan ini juga menawarkan perlindungan kesehatan khusus, lebih komprehensif daripada paket asuransi yang ditawarkan oleh saingan yang lebih kecil yang memperlakukan hewan peliharaan hanya sebagai “objek.”
Baca Juga: Bukti Arkeologi: Toilet Istana Dinasti Joseon Sudah Dilengkapi Teknologi Mirip Septic Tank
Layanan Kakao yang baru diharapkan dapat menarik pelanggan yang menghadapi kesulitan memesan taksi hewan peliharaan, terutama di luar Seoul. Kenyamanan konsumen dan meningkatnya permintaan akan hak-hak hewan telah mendorong Kakao untuk mencoba-coba industri transportasi hewan peliharaan.
Tetapi para ahli mempertanyakan berapa lama layanan itu akan bertahan. Pasar transportasi hewan peliharaan, pada akhirnya, sebagian besar terbatas pada rumah tangga satu orang tanpa mobil, kata mereka. Ini mengutip kasus KST Mobility, operator Macaron Taxi, yang harus menghentikan layanan taksi hewan peliharaannya pada April, kurang dari setahun setelah diluncurkan pada Juli 2020.
Sebaliknya, para ahli menunjuk pada ambisi Kakao untuk memperkuat dirinya sebagai pemain serba bisa di bidang mobilitas. Perusahaan telah memperluas bisnisnya ke sepeda, kereta api dan tempat parkir. Layanan taksi hewan peliharaan akan semakin meningkatkan portofolio mobilitas perusahaan, yang membawa berbagai bentuk layanan transportasi ke dalam satu platform.
Baca Juga: Samsung dan SK hynix Penuhi Sebagian Permintaan AS untuk Buku Rahasia Dagang
Taksi transportasi hewan juga ada di negara lain. Misalnya di Mesir ada Aleefcom Paxi, taksi khusus untuk hewan peliharaan. Dikutip dari VOA Indonesia, 23 Maret 2021, layanan ini diinisiasi oleh Bahaa El-Din Magdy Saleh dan Hebatallah Adel Solaiman, pasangan suami istri asal Mesir.
Mereka menawarkan jasa mengantar hewan peliharaan ke rumah-rumah, pusat-pusat pelatihan dan klinik, mulai sekitar akhir 2020. Selain itu, mereka juga menawarkan diri untuk melakukan perjalanan ke berbagai wilayah bagi pemilik hewan peliharaan yang tidak dapat melakukan sendiri tugas tersebut.
(Ag/Ag)

Leave a Reply