Indonesia Cari Peluang Migas di Akimeugah dan Kepala Burung Papua

SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) melakukan survei di Akimeugah dan Kepala Burung di Papua untuk mencari cadangan migas. Dengan menggunakan full tensor gravity gradiometry (FTG), survei telah berjalan 39 persen dari target.

“Kami berharap survei menghasilkan kepastian data yang dapat mendukung kegiatan peningkatan produksi di masa depan,” kata Kepala Divisi Eksplorasi SKK Migas Shinta Damayanti seperti dikutip dalam keterangan resminya, Rabu, 25 Agustus 2021. 

Baca Juga: Lapangan Sidayu dan Banyu Urip Tambah Produksi Migas sebagai Kado 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Survei ini terkait dengan penemuan-penemuan yang relatif masif dan besar di Papua Nugini. Hal ini mendorong Indonesia melakukan studi di cekungan yang diindikasikan terhubung dengan cekungan-cekungan besar tersebut.

Teknologi FTG yang dipakai adalah jenis survei yang merupakan pengembangan teknologi dari survei eksplorasi pendahuluan gravity. Survei itu memiliki keunggulan yang signifikan jika dibandingkan dengan teknologi sebelumnya, yaitu tingginya resolusi dan akurasi, serta memiliki daya cakupan yang luas dengan waktu operasi yang relatif sangat efisien dan efektif.

Cekungan Akimeugah sendiri berada di daerah punggung Kepala Burung. Kegiatan survei FTG dimulai pada awal Juli 2021, dengan target seluas 60.440 kilometer persegi. Keberadaan potensi migas di area Akimeugah sendiri relatif under explore.

Peta indeks Cekungan Akimeugah dan Sahul berdasarkan Peta Cekungan Sedimen Indonesia (Badan Geologi, 2009).

Untuk daerah Kepala Burung, mencakup wilayah seluas 45,580 kilometer persegi. Survei itu dilaksanakan dalam rangka memperluas cakupan eksplorasi potensi migas yang analog dengan penemuan-penemuan pada level tertiary di Salawati bagian Barat dan level pre-tertiary di Area Bintuni dengan menggunakan generasi terbaru teknologi FTG keluaran 2021.

Pelaksanaan survei di kawasan ini akan mulai dilaksanakan pada akhir September 2021. “Berdasarkan rencana awal, kegiatan survei FTG dimulai pada Mei 2021. Namun karena pesawat yang akan digunakan terkendala pandemi Covid-19 di India pada saat transit, maka pelaksanaan kegiatan mundur menjadi Juli 2021,” papar Shinta.

Baca Juga: Wilayah Kerja Rokan Dikelola Pertamina Hulu Rokan

Salah satu tantangan operasi di kawasan Papua adalah wilayah yang cukup besar dan biaya yang mahal. Namun demikian, potensi yang menjanjikan dari kawasan itu juga dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Kegiatan Survei FTG di Akimeugah dan Kepala Burung, Papua, dilakukan oleh SKK Migas-KKKS Jambi Merang.

Program ini merupakan bagian dari Komitmen Kerja Pasti (KKP) Jambi Merang pada saat mendapatkan kontrak baru pengelolaan Wilayah Kerja Jambi Merang.

Foto: IG Pertamina

(Ed/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *