Gas Bumi Didorong Menjadi Penopang Transisi Energi
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mendorong optimalisasi pemanfaatan gas bumi sebagai penopang transisi energi.
“Gas bumi merupakan energi bersih, yang ramah lingkungan dan menjadi energi andalan dalam menopang transisi energi,” kata Anggota Komite BPH Migas Wahyudi Anas dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 19 Mei 2024.
Baca Juga: Cadangan Minyak Habis 9,5 Tahun Lagi, Ini yang Dilakukan SKK Migas
Gas bumi dimanfaatkan salah satunya melalui jaringan gas bumi atau jargas. Menurut dia, BPH Migas aktif memantau pengembangan jargas, seperti di Kota Batam, Kepulauan Riau, untuk mengetahui kondisi jargas eksisting dan pengembangan infrastrukturnya.
“Dengan demikian, senantiasa saling berkoordinasi serta mendapatkan solusi atas tantangan yang ada,” terang Wahyudi di Kantor PT PGN Tbk Sales and Operation Region (SOR) I di Batam, Kamis, 16 Mei 2024.
Wahyudi mengatakan Kawasan Industri Panbil, Batam, juga telah terintegrasi dan menggunakan gas bumi untuk operasional industri serta komersial yang ada di area tersebut.
Pertumbuhan konsumen pengguna di wilayah Batam tercatat mengalami peningkatan sekitar 15 persen per tahun. “Di Kawasan Industri Panbil contohnya, gas bumi dimanfaatkan untuk pelayanan hotel, usaha laundry, serta usaha komersial kategori restoran dan rumah makan. (Gas bumi) lebih efisien dan ramah lingkungan. Ini nilai tambahnya,” jelas Wahyudi.
Gas di Kota Batam, dipasok dari Medco E&P Grissik Ltd (MEPG), PHE Jambi Merang, dan PetroChina Jabung, yang disalurkan melalui pipa transmisi PT Transportasi Gas Indonesia.
Baca Juga: SKK Migas: 14 Proyek Hulu Migas Jalan di 2021 Senilai US$ 1,6 miliar
“Sangat penting kehadiran gas bumi untuk mewujudkan pengembangan para investor sektor komersial dan industri, UMKM, restoran, serta rumah tangga dan pelanggan kecil, mengingat Batam menjadi destinasi kunjungan wisatawan negara tetangga,” tambahnya.
Wahyudi juga menyampaikan gas bumi dimanfaatkan untuk PLN Batam dan pembangkitan di kawasan industri. “BPH Migas mendukung pengembangan pelayanan gas bumi di Batam untuk jargas rumah tangga, UMKM, restoran, perhotelan, serta investor industri-industri baru,” sebutnya.
Direktur Gas Bumi BPH Migas Soerjaningsih mengungkapkan kunjungan itu juga dalam rangka mendukung terealisasinya proyek strategis nasional terkait pembangunan jaringan gas rumah tangga di Batam oleh PGN.
“BPH Migas terus memonitor dan mendukung program PGN membangun jaringan gas bumi rumah tangga di wilayah Batam dengan target 250 ribu sambungan rumah tangga hingga 2027. Hal ini diperkirakan dapat menghemat penggunaan LPG sebanyak 25 ribu metrik ton setahun,” terangnya.
Baca Juga: Investasi SKK Migas Capai Rp261 Triliun Tahun Ini di Sektor Hulu Migas
Di Kota Batam, Wahyudi menambahkan, pengelolaan gas bumi dipakai untuk kendaraan yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG).
“SPBG di Batam Center ini melayani pengisian bahan bakar gas (BBG) bagi kendaraan umum (taksi), kendaraan dinas, dan kendaraan niaga umum lainnya. Rata-rata melayani 200 kendaraan per hari, semua berjalan lancar dan optimal,” ucapnya.
Wahyudi juga mengatakan saat berdiskusi dengan pengendara taksi, terungkap adanya penghematan yang mana saat menggunakan BBG mengeluarkan sekitar Rp55 ribu hingga Rp65 ribu. Sedangkan, menggunakan BBM mencapai Rp150 ribu.
“Alhamdulillah, para pengemudi taksi di Batam merasakan manfaat dari penghematan biaya pembelian BBM. Tentunya, akan menambah uang yang dibawa pulang hingga ratusan ribu rupiah per hari,” imbuhnya.
Foto: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan kunjungan ke Kantor PT PGN Tbk Sales and Operation Region (SOR) I di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (16/5/2024). ANTARA/HO-Humas BPH Migas.
Sumber: Antara
(Ag/Ag)

Leave a Reply