Cadangan Minyak Habis 9,5 Tahun Lagi, Ini yang Dilakukan SKK Migas

Cadangan minyak dan gas bumi Indonesia akan habis dalam beberapa tahun ke depan. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencanangkan program no decline guna menahan laju penurunan alamiah tersebut.

Terkait dengan tugas pokok dan fungsi SKK Migas, pihaknya melakukan evaluasi kinerja 2020. Hasilnya telah dikirimkan ke seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada tanggal 25 Januari 2021. Evaluasi terkait beberapa hal yang harus diperhatikan KKKS untuk mencapai target 2021.

“Surat evaluasi kinerja adalah bagian dari pengawasan SKK Migas sebagai wakil negara dalam pelaksanaan industri hulu migas. Kami memberikan apresiasi terhadap KKKS yang mencapai target, kami berikan pula teguran kepada KKKS yang tidak mencapai target,” kata Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno dalam keterangan resminya, Senin, 1 Februari 2021. 

Di tahun 2021 ini, lanjut Julius, SKK Migas produksi migas nasional no decline. Maka lembaga pimpinan Dwi Soetjipto itu mengawal langkah mewujudkan target produksi 1 juta barel minyak per hari (bph) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (Bscfd) dapat tercapai pada 2030. Salah satunya dengan mempertahankan tingkat produksi migas nasional pada 2021.

Baca Juga: SKK Migas: 14 Proyek Hulu Migas Jalan di 2021 Senilai US$ 1,6 miliar

Dengan program no decline, diharapkan laju penurunan alamiah dapat dicegah. “Artinya adalah blok-blok migas yang secara alamiah mengalami penurunan, maka investasi kegiatan pengeboran penambahan sumur, work over dan lainnya harus dilakukan secara masif dan produktif. Oleh karena itu belajar dari operasional KKKS tahun 2020, maka SKK Migas memberikan rekomendasi ke setiap KKKS apa saja yang harus dilakukan di 2021,” tutur Julius.

Raihan positif sejumlah KKKS besar diharapkan menjadi modal kuat untuk tahun ini kendati masih dalam bayang-bayang pandemi covid-19. KKKS besar berkontribusi lebih dari 90 persen dari total lifting minyak dan gas. Pada tahun 2020 kinerja 15 (lima belas) KKKS besar sebagian melampaui target sehingga berkontribuasi besar pada capaian lifting minyak dan gas nasional.

KKKS yang melebihi target yaitu Chevron Pacific Indonesia, PHM, Pertamina Hulu Energi ONWJ ltd, Pertamina Hulu Energi OSES, Petrochina International Jabung ltd, Medco E & P Natuna, Pertamina Hulu Sanga Sanga, Medco E&P Rimau, JOB Pertamina – Medco Tomori Sulawesi Ltd.

Untuk KKKS besar yang memproduksi gas, tercatat 9 KKKS melampaui target yaitu BP Berau Ltd, PHM, Eni Muara Bakau BV, JOB Pertamina – Medco Tomori Sulawesi Ltd, Premier Oil Indonesia, Petrochina International Jabung ltd, Medco E & P Natuna, Kangean Energi Indonesia, Pearl Oil (Sebuku) Ltd.

Untuk mengejar target lifting 2021 sebesar 705 ribu BOPD dan 5.638 MMSCFD, SKK Migas bersama KKKS telah menyepakati program yang lebih banyak dibandingkan tahun 2020, antara lain kegiatan pengeboran sumur pengembangan ditetapkan sebanyak 616 sumur atau meningkat 144 persen dibandingkan realisasi pengeboran di tahun 2020.

Baca Juga: Proses Fabrikasi Selesai, FPU Jangkrik Siap Tampung Gas Merakes

SKK Migas juga melakukan fokus kegiatan eksplorasi dengan melakukan pengeboran 43 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 3.569 km, survei seismik 3D seluas 1.549 km2, seismik vibroseis 2D sepanjang 1.000 km, full tensor gravity (FTG) open area di wilayah Papua sepanjang 67.500 km, dan pseudo 3D seismic open area sepanjang 270.000 km yang menjadikannya salah satu yang terpanjang di Asia Pasifik.

Seperti telah diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebutkan, cadangan minyak bumi akan habis dalam kurun waktu 9,5 tahun lagi.

Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI Arifin melaporkan, cadangan minyak bumi nasional saat ini sebesar 4,17 miliar barrel, dengan cadangan yang sudah terbukti keberadaanya sebesar 2,44 miliar barrel.

Sementara itu, untuk gas bumi saat ini cadangannya mencapai 62,4 triliun kaki kubik, dengan cadangan yang sudah terbukti sebesar 43,6 triliun kaki kubik. “Gas bumi akan habis 19,5 tahun,” ujar Arifin di Jakarta, Selasa, 19 Januari 2021 sebagaimana dikutip Kompas.com.

Foto: Visual Karsa, UNSPLASH

(Ag/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *