Banyak Orang Korea Stres, SEVENTEEN Comeback dengan Pesan Moral Lewat Semicolon
Korea tidak hanya BTS dan BLACKPINK. Boyband lain, SEVENTEEN, melakukan comeback dengan album bertajuk Semicolon. Tidak biasa, di album ini mereka mengangkat isu kesehatan mental. Tak mengherankan, karena Korea adalah negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi kesepuluh di dunia.
Album Semicolon berisi pesan yang dalam dan positif kepada para pemuda yang telah berlari tanpa henti. Ini adalah album yang menyampaikan penghiburan, dukungan, dan empati yang akan menyentuh kaum muda dan membantu mereka terus menatap masa depan.
Dalam video teaser SEVENTEEN yang berjudul HOME;RUN juga terdapat banyak kalimat penyemangat. Sejumlah anggota SEVENTEEN memegang secarik kertas yang bertuliskan ‘Work Hard’, ‘Play Hard’, dan ‘Rest Hard’. Hal ini seolah menjadi pengingat bagi siapa saja yang kini tengah bekerja keras untuk tidak lupa beristirahat.
Baca Juga: Hampir 60 Persen Warga Korea Setuju Artik K-Pop Tunda Wamil, Akankah BTS Lolos?
Semicolon menjadi sempat menjadi salah satu kampanye untuk menghadirkan harapan dan cinta bagi mereka yang berjuang mengatasi rasa depresi, kecanduan, menyakiti diri sendiri, dan bunuh diri.
Mereka yang mengalami hal tersebut diharapkan mendapatkan kekuatan lewat proyek Semicolon. Salah satu kalimat yang cukup terkenal dari album Semicolon ini adalah, “Kamu tidak akan pernah tahu seberapa kuat kamu kecuali kamu sudah sampai di titik menjadi kuat adalah satu-satunya pilihan yang kamu punya.”
Semicolon sendiri memang merujuk pada sebuah project yang diinisiasi oleh sebuah organisasi non-profit. The Semicolon Project didirikan oleh Amy Bleuel di Amerika Serikat pada 2013 dengan tujuan menumbuhkan harapan dan cinta kepada orang-orang yang tengah berjuang melawan depresi, bunuh diri, kecanduan, dan melukai diri sendiri.
Logo yang dipakai adalah semicolon atau titik koma (;). Alasan organisasi bersangkutan memilih simbol ‘titik koma’ adalah simbol itu digunakan ketika penulis seperti memilih untuk mengakhiri sebuah kalimat, namun ternyata tidak jadi. Ibaratnya penulisnya adalah dirimu sendiri dan kalimatnya adalah hidupmu. Begitu pula maksud simbol ‘titik koma’ ini. Dia menjadi sebuah representasi fisik dari kekuatan seseorang dalam perjuangan batinnya.
SEVENTEEN tidak main-main dengan pesan moral yang ingin disampaikannya lewat album yang dirilis hari Senin, 19 Oktober 2020 pukul 18.00 waktu Korea Selatan. Korea Herald mengungkap hasil Statistics Korea, yang menunjukkan bahwa bunuh diri menjadi penyebab kematian tertinggi di Korsel sejak 2007 setelah kecelakaan lalu lintas. Angka bunuh diri warga Korsel berusia 9 hingga 24 tahun sekitar 7,7 per 100.000 orang pada 2017. Sekitar 45 persen warga Korsel berusia 13-24 tahun juga menderita stress di sekolah atau kantor. Hal ini membat Korsel merupakan negara dengan angka bunuh diri tertinggi ke-10 di dunia.
“Generasi muda Korsel sangat cemas tentang masa depan, nilai akademik, dan penampilan fisik mereka. Sebanyak 27,1 persen siswa SMP dan SMA juga mengaku mengalami depresi pada 2018. Mereka sering membebaskan diri dengan merokok atau meminum alkohol,” ungkap sumber tersebut.
Bahkan, Deutsche Welle, menunjukkan di tengah Pandemi Covid-10 banyak orang yang mengalami stress dan depresi. Hal ini menjadi langkah awal orang bunuh diri. Statistik pemerintah setempat menunjukkan jumlah orang di Korea Selatan yang sengaja melukai diri sendiri pada paruh pertama 2020, melonjak hampir 36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 595.724 orang telah dirawat karena depresi sementara tingkat bunuh diri juga meningkat.
“Kekhawatiran terbesar yang saya dengar sekarang, ketidakamanan terbesar adalah tentang masa depan orang-orang di masa sulit ini,” kata pendiri Klinik Kesehatan Mental Pusat Seoul Park Chan-min.
Semoga SEVENTEEN dengan Semicolon-nya mampu menyemangati banyak orang untuk tegar dalam memaknai hidup. Apalagi, album yang rilis di tengah pandemi ini, bak oase di tengah kekalutan dunia yang serba susah di terpa dampak virus corona.
Harapan itu semakin besar ketika Yonhap melansir data bahwa album ini ternyata sudah memecahkan rekor bahkan sebelum resmi rilis. Per 16 Oktober kemarin, Semicolon sudah dipesan oleh para penggemarnya sebanyak 1,1 juta unit. Bahkan, hasil penjualan ini melebihi rekor mereka ketika merilis album Heng:garae pada musim panas lalu. Pasalnya, Heng:garae saat itu dipesan oleh penggemar sebelum rilis sebanyak 1,06 juta unit.
Sebelumnya, mereka dinobatkan sebagai million-seller saat album Heng:garae rilis di minggu pertama. Boyband beranggotakan 13 orang itu juga bakal mendapatkan julukan itu lagi ketika album Semicolon mencapai penjualan yang meningkat.
Sejak debutnya di tahun 2015, Seventeen telah menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan stabil dalam hal penjualan rekor. Album comeback Seventeen ini nantinya akan berisi total 6 lagu baru. Enam lagu itu yakni “Home; Run”, “Do Re Mi”, “HEY BUDDY”, “Light a Flame”, “AH! LOVE”, dan “All My Love”. Single utama, “Home; Run” dideskripsikan sebagai lagu berbasis genre swing yang menggabungkan suara retro, ritmis, dan ceria.
Kita nantikan gebrakan SEVENTEEN berikutnya pasca di bawah bendera Big Hit Entertainment. Agensi yang juga menaungi BTS itu telah mengakuisisi Pledis, agensi lama SEVENTEEN pada akhir Mei 2020.
(Ag/Ag)
This photo provided by Pledis Entertainment on Oct. 19, 2020, shows members of K-pop group Seventeen posing for photos during an online showcase held at COEX Inter-Continental Hotel in southern Seoul. (PHOTO NOT FOR SALE) (Yonhap)

Leave a Reply