Bos Samsung Meninggal, Menyisakan Drama Suksesi

Lee Kun-hee, Chairman Samsung Electronics, meninggal pada usia 78 tahun, 25 oktober 2020. Pasca meninggalnya, akan ada suksesi yang sulit karena menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anaknya.

“Ketua Lee meninggal dunia pada 25 Oktober bersama keluarganya, termasuk Wakil Ketua Jay Y. Lee, di sisinya. Ketua Lee adalah seorang visioner sejati yang mengubah Samsung menjadi inovator dan pembangkit tenaga industri terkemuka dunia dari bisnis lokal,” kata Samsung dalam sebuah pernyataan.

Yonhap mencatat, Lee Kun-hee berjasa besar dalam mengubah Samsung sebagai perusahaan local menjadi raksasa elektronik di kancah internasional. Capaian ini tidak sembarangan, karena gerak usaha Samsung dimulai dari nama Samsung Sanghoe pada tahun 1938 sebagai eksportir ikan kering dan buah-buahan.

Samsung Sanghoe dirintis oleh Lee Byung-Chull (1910-1987), ayah Lee Kun-hee.  Meski sempat bangkrut di tahun 1940an, namun Lee Byung-Chull berhasil mengembangkan perusahaannya di sektor perbankan, sekuritas, asuransi, pupuk dan semen pada akhir tahun 1950. Di tahun 1960an, ia meritis berdirinya Samsung Electronics sebagaimana kita kenal sekarang.

Lee Byung-Chul meninggal pada November 1987 dan mahkota Samsung dianugerahkan kepada anak ketiganya, Lee Kun-hee pada usia 45 tahun.

Sejak saat itu, Lee Kun-hee banyak melakukan gebrakan di dalam perusahaannya. Dia memegang modal  “New Management Initiative,” untuk membenahi SDM dan organisasi Samsung. Intinya, bekerja dengan cara yang baru dan berani untuk berubah. Setiap pekerjaan diukur dengan takaran kualitas bukan kuantitas. Untuk itu maka pekerja junior jangan segan menegor atasanya, atau sebaliknya yang senior mau menerima masukan dari yang berada di bawahnya.

Kompascom dalam reportasenya menuliskan perubahan yang digelorakan Lee Kun-hee  makin terlihat saat ia mengumpulkan sejumlah manajer Samsung Electronics di Jerman tahun 1993. Selama berhari-hari, dia menguliahi para eksekutif, mendesak mereka untuk mengubur cara-cara lama dalam bekerja dan berpikir. “Ubah segalanya, kecuali istri dan anak-anakmu,” katanya.

Filosofi kerja yang ingin dibangun Lee Kun-hee  makin tertanam pada 1995. Kala itu ia mengunjungi pabrik Samsung di kota Gumi setelah sejumlah ponsel ditemukan rusak. Masih dari kompascom, pekerja pabrik Gumi berkumpul di halaman dan dipaksa mengenakan ikat kepala dengan tulisan “Kualitas Pertama.” Lee Kun-hee dan dewan direksi duduk di bawah spanduk yang bertuliskan “Kualitas adalah Kebanggaan Saya.” Bersama-sama mereka menyaksikan telepon, mesin faks, dan inventaris lainnya senilai 50 juta dolar dihancurkan dan dibakar. Para karyawan menangis.

Di bawah kepemimpinannya, Samsung memiliki lusinan afiliasi, termasuk pembuat smartphone top dunia, Samsung Electronics Co., dan Samsung Life Insurance Co.,  Samsung Electronics adalah pembuat smartphone terbesar di dunia dengan merk dagang Galaxy.  Raksasa teknologi ini juga merupakan pembuat chip memori terbesar di dunia, yang salah satu kliennya adalah Apple Inc.

 Bagi Negara Korea, bisa dikatakan Samsung menjadi salah satu pondasi kekuatan ekonominya. Samsung biasanya menyumbang 20% ​​dari ekspor seluruh negara Korea Selatan. Sebagai satu kelompok usaha, Samsung merupakan konglomerasi dengan pangsa pasar yang besar atau mengendalikan dalam bidang teknologi, konstruksi, keuangan & asuransi, perhotelan, keamanan, perjalanan, makanan, ritel. Bahkan jaringan usahanya mampu memberikan kontribusi 12% kepada PDB.

Aset grup ini mencapai 8 triliun won (U $ 6,9 miliar) pada saat Lee Kun-hee  naik takhta dan sekarang diperkirakan melebihi 400 triliun won.

Kehidupan bisnis Lee Kun-hee penuh skandal dan drama. CNBC Indonesia memberi catatan, pada tahun 1996, ia dihukum karena membayar suap kepada mantan presiden Chun Doo-hwan dan Roh Tae-woo. Namun, ia diampuni oleh Presiden Kim Young-sam pada 1997.

Pada 2007, kepala pengacara Samsung Kim Yong-chul memberi tahu pemerintah tentang dana suap Lee Kun-hee. Kim Yong-chul mengatakan kepada para pejabat bahwa dana gelap milik Lee Kun-hee diduga digunakan eksekutif itu untuk menyuap jaksa, hakim, dan tokoh politik di Korea Selatan, Financial Times melaporkan.

Pada saat itu juga Lee Kun-hee dinyatakan bersalah karena menghindari pajak US$ 45 juta dan didenda sekitar US$ 90 juta. Awalnya dia dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun setelah masa tunggu lima tahun. Namun, ia kembali mendapat pengampunan presiden.

Baca Juga: Kisah Pekerja Migran di Korea yang Pulang ke Tanah Air dengan Gelar Sarjana

Akibat masalah itu ia mengundurkan diri dari perusahaan pada tahun 2008. Namun, ia kembali menjabat di tahun 2011.

Putra satu-satunya, Lee Jae-yong, diharapkan secara luas untuk mengambil alih kendali Samsung Group, tetapi dia telah terlibat dalam skandal suksesi.

Masih dari sumber CNBC Indonesia, Lee Jae-yong  terlibat korupsi merger Samsung C&T dan perusahaan pengembang real estate Cheil Industries pada 2015 silam. Selain kasus merger kontroversial tersebut, ada juga kasus dugaan pemalsuan pembukuan laporan keuangan perusahaan untuk melancarkan jalan Lee Jae-yong menjadi nakhoda di grup yang memiliki 59 afiliasi bisnis itu.

Lee Jae-yong bebas setelah Hakim Pengadilan Negeri Won Jung-sook menolak tuntutan Kejaksaan untuk memenjarakan Lee dan dua eksekutif Samsung lainnya yang didakwa melakukan perdagangan tidak adil dan memanipulasi nilai saham Samsung dalam penggabungan dua perusahaan utama perusahaan tersebut.

Lee Jae-yong menjadi pimpinan Samsung Group secara de facto, setelah ayahnya terkena serangan jantung dan terbaring di tempat tidur sejak Mei 2014.

Lee Kun-hee meninggalkan istrinya, Hong Ra-hee, putra satu-satunya Lee Jae-yong, dua putri, Boo-jin dan Seo-hyun, serta satu anak perempuannya, yang paling muda, meninggal bunuh diri tahun 2005.

Lee Jae-yong saat ini menjabat sebagai wakil ketua Samsung Electronics, sementara Boo-jin memimpin cabang hotel Samsung, Hotel Shilla Co., dan Seo-hyun bertanggung jawab atas Samsung Welfare Foundation.

Samsung mengatakan pemakaman akan diadakan secara sederhana dengan anggota keluarga.

(Ag/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *