Lapangan Sidayu dan Banyu Urip Tambah Produksi Migas sebagai Kado 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat adanya tambahan produksi migas sebesar 12.300 barrel minyak per hari (bopd) dari Lapangan Sidayu di Blok Pangkah dan Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu.

Proyek Sidayu yang dikerjakan oleh PT Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL) akan mulai berproduksi atau onstream pada Agustus 2021. Kepastian ini diperoleh setelah pelaksanaan kerja ulang Re-entry Sumur Sidayu-4V dilaporkan menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 4.100-4.300 bopd dan gas sebesar 2,07 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Baca Juga: Wilayah Kerja Rokan Dikelola Pertamina Hulu Rokan

Menurut Kepala Divisi Pemboran SKK Migas, Surya Widiantoro, berdasarkan tes terakhir yang dilakukan pada Selasa, 17 Agustus 2021, hasil pemboran mengindikasikan produksi yang lebih besar dari perkiraan awal. “Sebelumnya, tes produksi pada tanggal 15 Agustus menunjukkan laju produksi hidrokarbon hasil stimulasi lapisan K1Z3 menunjukkan laju produksi hidrokarbon sebesar 3.016 BOPD dan 0,8 MMSCFD. Tetapi setelah dilakukan acidizing, perkiraan laju produksi yang diperoleh meningkat,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 18 Agustus 2021. 

Lapangan Sidayu berlokasi sekitar 4 km dari lapangan utama Blok Pangkah di Ujung Pangkah, Jawa Timur. Pekerjaan kerja ulang Sumur Sidayu – 4V merupakan bagian dari Plan of Development (POD) Lapangan Sidayu yang disetujui SKK Migas pada tanggal 20 Oktober 2017. Dan menjadi salah satu dari 12 proyek yang dicanangkan SKK Migas untuk onstream di tahun 2021.

Pekerjaan kerja ulang Sumur Sidayu – 4V rencananya dilakukan selama 37 hari dimulai sejak tanggal 13 Juli 2021. Sampai saat ini masih berlangsung. Mengalirnya minyak dari sumur Sidayu – 4V merupakan first oil pada Lapangan Sidayu tersebut.

Keberhasilan kerja ulang Sumur Sidayu – 4V merupakan bagian dari komitmen SKK Migas dan SIPL dalam kegiatan eksploitasi minyak dan gas bumi nasional. Hal ini menjadi kontribusi nyata dalam pemenuhan pasokan energi Indonesia di tengah pandemi Covid-19 serta ketidakstabilan harga minyak.

Sesuai dengan POD, masih terdapat tambahan 2 pekerjaan lanjutan, yaitu kerja ulang Re-entry Sumur SID – 3ST dan pengeboran Sumur SD – 1. Produksi awal dari 3 sumur Lapangan Sidayu tersebut ditargetkan mencapai sekitar 7.000 BOPD untuk minyak dan 3,9 MMSCFD untuk gas. Produksi dari Lapangan Sidayu akan terhubung dengan fasilitas produksi lepas pantai di Well Head Platform – B (WHP-B) dan Compression Processing Platform (CPP) melalui pipa bawah laut.

Baca Juga: Industri Hulu Migas Hasilkan Penerimaan Negara Rp96,7 Triliun

Wilayah Kerja (WK) Banyu Urip

Peningkatan produksi juga berhasil dilakukan di WK Banyu Urip yang dikelola KKKS SKK Migas – ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL). Kegiatan perawatan sumur di Sumur B01 dan C02 yang berlokasi di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur itu, berhasil menambah produksi hidrokarbon sebesar 8.000 BOPD. Pekerjaan perawatan sumur Gas Shut Off di Sumur B01 dan Acid Wash C02 merupakan bagian dari POD Lapangan Banyu Urip.

Pekerjaan perawatan sumur Gas Shut Off di Sumur B01 dilakukan selama 21 hari dimulai sejak tanggal 11 Juni 2021 sampai dengan 1 Juli 2021. Prinsip kerja pekerjaan Gas Shut Off adalah mengurangi rasio produksi gas dengan menutup zona gas menggunakan casing patch. Adanya penurunan gas terproduksi dapat mengoptimalkan produksi minyak maupun kapasitas fasilitas produksi. Hasil tes produksi sebelum Gas Shut Off adalah sebesar 7.000 BOPD dan 17 MMSCFD, sedangkan setelah Gas Shut Off adalah sebesar 10.000 BOPD dan 4 MMSCFD.

Pekerjaan perawatan sumur Acid Wash di Sumur C02 dilakukan selama 13 hari dimulai sejak tanggal 7 Juli 2021 sampai dengan 19 Juli 2021. Prinsip kerja pekerjaan Acid Wash adalah melakukan pengasaman terhadap zona produksi dan peralatan downhole untuk mengurangi terbentuknya scale. Hasil tes produksi sebelum Acid Wash adalah sebesar 4.500 BOPD dan 1,5 MMSCFD, sedangkan setelah Acid Wash adalah sebesar 9.500 BOPD dan 3,5 MMSCFD.

Baca Juga: Hulu Migas – Kadin Indonesia Bersinergi Siapkan Oksigen Untuk Penanggulangan Covid-19

Tingkat produksi puncak lapangan Banyu Urip telah berlangsung selama 5 tahun atau 3 tahun lebih lama dari estimasi POD awal. Selain itu, tingkat produksi minyak saat puncak juga sekitar 30 persen lebih tinggi dari rencana tingkat produksi POD awal. Sesuai dengan karakteristik alamiah reservoir, Lapangan Banyu Urip juga mengalami penurunan laju produksi yang diindikasikan dengan peningkatan rasio air, rasio gas serta terjadinya scale di beberapa sumur-sumur produksi.

Keberhasilan perawatan sumur B01 dan C02 merupakan bagian dari komitmen SKK Migas dan EMCL untuk kegiatan eksploitasi minyak dan gas bumi dalam upaya menahan laju penurunan produksi, dengan operasi yang aman serta pengelolaan reservoir dengan penuh kehati-hatian sesuai dengan kapasitas fasilitas produksi yang tersedia. Selain Gas Shut Off dan Acid Wash, terdapat beberapa pekerjaan perawatan sumur lain di Blok Cepu, yaitu reperforasi, downhole repair dan perawatan rutin.

Foto: Petrominer

(Ed/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *