Inflasi Negara OECD Naik 7,7 Persen Tertinggi sejak 1990
Anggota Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencatatkan lonjakan harga ke tingkat tertinggi sejak lebih dari tiga dekade terakhir.
KBS World mencatat, menurut data terbaru dari OECD pada hari Minggu 17 April 2022, tingkat inflasi di 38 anggota OECD mencapai 7,7 persen pada bulan Februari kemarin.
Baca Juga: Begini Strategi Korea Selatan Pulihkan Ekonomi 2021 Pasca Pandemi
Angka tersebut menandai yang tertinggi dalam 31 tahun 2 bulan sejak Desember 1990, tepat sebelum Perang Teluk.
Inflasi naik lebih lanjut di bulan Februari, dengan mencatatkan peningkatan 5 persen poin dari bulan lalu dan 6 persen poin dari tahun sebelumnya.
Pihak OECD mengatakan bahwa melonjaknya harga energi terus mendorong inflasi di sebagian besar negara-negara OECD. Ditambah dari inflasi harga pangan yang juga menunjukkan peningkatan yang mencolok.
Harga energi di wilayah OECD melonjak 26,6 persen, sementara harga pangan naik 8,6 persen dalam setahun di bulan Februari.
Baca Juga: Korsel Cabut Peringatan Perjalanan ke Luar Negeri
Harga di Korea Selatan naik 3,7 persen pada Februari, yang merupakan tingkat tertinggi ke-32 dari antara 38 negara anggota OECD.
Foto: mtonews.com
(Ag/Ag)

Leave a Reply