Jaga Ekosistem, PT Bukit Asam Tanam 30 Ribu Mangrove
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menanam 30 ribu pohon mangrove di Kawasan Ekowisata Mangrove Cuku NyiNyi, Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Aksi ini terwujud berkat kerja kolaborasi PTBA Unit Pelabuhan Tarahan dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Jaya Lestari. Inilah upaya nyata Grup MIND ID menjaga ekosistem lingkungan di wilayah operasionalnya.
Baca Juga: Gas Bumi Didorong Menjadi Penopang Transisi Energi
“Berbagai program yang dilaksanakan Grup MIND ID berangkat dari komitmen tinggi kepada masyarakat dan lingkungan, termasuk program Mangrove Rangers Cuku Nyinyi yang dijalankan PTBA sebagai inovasi sosial perusahaan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem di wilayah tersebut,” kata Sekretaris Perusahaan MIND ID, Heri Yusuf kepada Antara, Rabu, 5 Juni 2024.
Menurut Heri, program ini merupakan bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTBA kepada masyarakat sekitar area operasi. Grup MIND ID terus proaktif memastikan seluruh operasional bisnis memegang prinsip keberlanjutan di sektor lingkungan.
Perseroan turut penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli terhadap lingkungan.
Baca Juga: 68 Negara Sepakati Deklarasi Seoul untuk Atasi Perubahan Iklim
Heri menjelaskan program Mangrove Rangers Cuku NyiNyi di desa binaan PTBA Unit Pelabuhan Tarahan ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi ekologis hutan mangrove dalam mencegah abrasi maupun kelestarian lingkungan pesisir.
Dalam kegiatannya, PTBA telah melaksanakan kegiatan penanaman 30 ribu bibit pohon mangrove di luas area 13,21 hektare dari target sekitar 25 hektare pada 2025.
Penanaman mangrove yang melibatkan 11.400 orang ini pun berhasil mereduksi emisi sekitar 1.913,60 ton CO2e dan mampu menekan laju peningkatan akresi garis pantai 135 m/tahun. Selain pelestarian lingkungan, program Mangrove Rangers Cuku NyiNyi juga ditujukan untuk mendukung pengembangan kawasan ekowisata tersebut sehingga dapat meningkatkan multiplier effect untuk masyarakat sekitar.
Masyarakat turut dilibatkan dalam program mulai dari pengembangan Ekowisata Mangrove Cuku NyiNyi, edukasi mangrove, ekstrakurikuler mangrove, hingga pemberdayaan UMKM masyarakat dalam kegiatan Bank Sampah Peduli Akan Sampah Sidodadi (PASS).
Saat ini, terdapat dua UMKM di desa Sidodadi yakni Kerang Unyu dan UMKM Buana Batik mampu menghasilkan omset puluhan juta per tahun berkat program tersebut. Heri melanjutkan melalui program ini juga diharapkan Ekowisata Mangrove Cukuh NyiNyi nantinya mampu menjadi kawasan ekowisata berstandar nasional.
Baca Juga: Investasi SKK Migas Capai Rp261 Triliun Tahun Ini di Sektor Hulu Migas
Dukungan PTBA Unit Pelabuhan Tarahan untuk pengembangan Ekowisata Mangrove Cuku NyiNyi juga diwujudkan dengan pembangunan sejumlah sarana pendukung seperti gazebo edukasi, tracking area, stage pertunjukan, spot foto maupun digitalisasi ticketing.
“Grup MIND ID menerapkan konsep ekonomi sirkular di segala lini perusahaan dengan terus menghadirkan program pemberdayaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasinya. Sehingga kegiatan operasional kami memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” pungkas Heri.
Foto: Masyarakat Desa Sidodadi bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menanam mangrove untuk melestarikan lingkungan dan mengurangi emisi karbon. ANTARA/HO-Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Jaya Lestari
(Ag/Ag)

Leave a Reply