Lagu BTS akan Digubah Menjadi Gugak, Musik Tradisional Korea
Salah satu lagu BTS akan diaransemen ulang ke dalam bentuk “gugak,” musik tradisional Korea. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda.
BTS rasa gugak tersebut akan terselenggara pada 11 Juni 2021. Orkestra Nasional Korea akan menggunakan instrumen tradisional untuk membawakan salah satu album hit BTS berjudul “Mikrokosmos,” yang rilis di tahun 2019.
Lagu dari boy group yang baru saja menerima 4 penghargaan Billboard Music Awards 2021 itu akan bersanding dengan “Cookie Run: Kingdom,” yang menjadi soundtrack dari game seluler terkenal. Uniknya, kedua lagu “profan” ini akan satu panggung dengan karya sakral, yakni “River”dan “House of Emotions” yang adalah gugak karya komposer Choi Ji-hye, dan lagu “Time of Dew” gubahan Hwang Ho-jun.
Baca Juga: BTS Boyong 4 Penghargaan Billboard Music Awards 2021
Pertunjukan ini adalah bagian dari program musiman orkestra, yang dirancang untuk menarik penonton dari generasi muda yang telah belajar tentang gugak hanya melalui buku teks. “Kami akan menggelar pertunjukan multisensor untuk penampilan ‘Mikrokosmos’ BTS, menggunakan gambar video dan penerangan di seluruh panggung dan kursi penonton, seolah-olah kami melayang di luar angkasa,” kata pihak penyelenggara beberapa waktu lalu sebagaimana dikutip The Korea Herald.
Untuk informasi lebih lanjut, periksa situs web National Orchestra of Korea di www.ntok.go.kr. Harga tiketnya 20.000 won atau sekitar Rp255 ribu.

Gugak, secara harfiah berarti “musik nasional” yang mengacu pada musik tradisional Korea dan karya seni lainnya termasuk lagu, tarian dan pertunjukan-pertunjukan seremonial. Bicara gugak tak lepas dari perkembangan musik di Korea yang bermula di awal abad ke-15. Saat itu, pemerintahan yang berkuasa adalah Raja Sejong dari Dinasti Joseon (1392-1910).
Semasa pemerintahan Raja Sejong, musik Korea dijadikan sebagai subjek studi yang serius dan terus dikembangkan. Maka terbentuklah sistem notasi mensural (notasi yang memperhitungkan panjang nada) tertua di Asia, yang disebut jeongganbo.
Foto: The Korea Herald
(Ag/Ag)

Leave a Reply