Masyarakat Kita Punya Keinginan Tertinggi Se-ASEAN untuk Punya Mobil Listrik
Orang Indonesia punya keinginan tinggi untuk memiliki mobil listrik. Bahkan tingkat ketertarikannya paling tinggi di bandingkan semua negara ASEAN.
“Meski saat ini di masa pandemi, dari 3 konsumen, 1 konsumen ingin memiliki kendaraan listrik dalam kurun waktu 3 tahun ke depan,” kata Vivek Vaidya Associate Partner Senior Vice President Intelligent Mobility, Frost & Sullivan Asia Pasific dalam sebuah webinar ‘Nissan Futures Electrification & Beyond, Electrifying 250 Milions Cars an Impossible Dream?’, 4 Februari 2021.
Merujuk pada data, Vaidya melanjutkan, konsumen di Indonesia yang ingin memiliki mobil listrik mengalami peningkatan. Jika di 2018 mencapai 45 persen di 2020 Indonesia mengalami peningkatan hingga 5 persen atau mencapai 50 persen konsumen mobil di Indonesia menginginkan mobil listrik dalam kurun waktu 3 tahun ke depan.
Filipina menjadi negara di posisi kedua dalam hal keinginan warganya beralih ke kendaraan listrik, sebanyak 45 persen konsumen. Diikuti oleh masyarakat Thailand ada 42 persen konsumen yang menginginkan mobil listrik. Keempat ada negara Malaysia sebanyak 35 persen, lalu Singapura 30 persen, dan 22 persen konsumen di Vietnam menginginkan mobil listrik.
Bagaimana keinginan yang besar ini ditemukan dengan angka penjualan secara riil? Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sebenarnya penjualan mobil listrik di Indonesia terbilang masih rendah.
Baca Juga: Industri Baterai Indonesia di Antara CATL, LG, dan Tesla
Harga yang jauh lebih mahal dibanding mobil konvensional dianggap sebagai kendala terbesar memasarkan mobil listrik di Indonesia. Ada kemungkinan, jika harga mobil listrik sama dengan mobil terlaris saat ini, maka masyarakat Indonesia lebih tertarik mengadopsi mobil listrik. Untuk saat ini, mobil dengan kisaran harga Rp250 juta, penjualannya paling moncer.
Sampai saat ini, Hyundai Ioniq adalah mobil listrik terlaris. Pada awal 2020, Hyundai mengimpor Hyundai Ioniq dari Korea Selatan untuk kebutuhan taksi online Grab. Baru pada November 2020 lalu, Hyundai resmi meluncurkan Ioniq untuk masyarakat umum.
Melansir Detik Oto, total selama 2020 (Januari-November 2020), Hyundai menjual mobil listrik Ioniq sebanyak 71 unit. Mobil listrik Hyundai Ioniq merupakan mobil listrik yang paling murah di Indonesia, setidaknya sampai saat ini. Hyundai Ioniq Prime dijual dengan harga Rp 624,8 juta dan Hyundai Ioniq Signature dibanderol Rp 664,8 juta.
Selain itu, Hyundai juga menjual mobil listrik Kona EV berbentuk SUV. Hyundai Kona EV menjadi mobil listrik terlaris kedua di Indonesia tahun 2020. Hyundai menjual Kona EV sebanyak 38 unit. Hyundai Kona dijual dengan harga Rp 674,8 juta.
Mobil listrik lain yang juga dijual di Indonesia adalah BMW i3s. Mobil listrik murni berbasis baterai ini dijual di Indonesia dengan harga Rp 1.309.000.000 dengan status off the road. Penjualan BMW i3s menurut data Gaikindo sepanjang 2020 sampai November tercatat sebanyak 5 unit.
Terakhir adalah mobil listrik Lexus UX 300e. Lexus UX 300e adalah mobil listrik pertama grup Toyota yang dijual resmi di Indonesia. Mobil listrik Lexus bertenaga full baterai ini dijual dengan estimasi harga Rp 1,245 miliar. Lexus baru mendistribusikan UX 300e sebanyak 2 unit pada September 2020.
Foto: Tommy Krombacher, Unsplash,
(Ag/Ag)

Leave a Reply