Tragedi Kanjuruhan Menjadi Perhatian Media Korea Selatan

Tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan fans meninggal menarik media internasional, salah satunya Yonhap.

Kantor berita Korea Selatan itu memberitakan pada Minggu, 2 Oktober 2022 bahwa 120 orang meninggal setelah sebagian besar terinjak-injak. Mereka panik setelah polisi menembakkan gas air mata untuk menghentikan tawuran.

Baca Juga: Son Heung-min Bikin Banyak Rekor Usai Cetak Hattrick dalam 13 Menit

Dikatakan, kerusuhan terjadi setelah Persebaya Surabaya mengalahkan Arema Malang 3-2 pada pertandingan Liga Premier Indonesia, Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Pertandingan sendiri berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur.

Yonhap juga memberikan caption foto yang mengatakan, suporter sepak bola memasuki lapangan saat terjadi bentrok antar suporter di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu, 1 Oktober 2022. Lalu, juga ditulis, bentrokan antara suporter dua tim sepak bola Indonesia di Provinsi Jawa Timur menewaskan lebih dari 100 suporter dan sejumlah polisi. Sebagian besar meninggal karena terinjak-injak. 

Artikel yang diberi judul “129 Dead After Fans Stampede to Exit Indonesian Soccer Match,” itu ada beberapa hal yang perlu diluruskan. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Mahfud MD dalam Instagramnya mengatakan, “Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antar supporter Persebaya dgn Arema. Sebab pada pertandingan itu supporter Persebaya tidak boleh ikut menonton. Supporter di lapangan hanya dari pihak Arema.”

Oleh sebab itu, ia menambahkan, para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar supporter.

Baca Juga: Ini Peran Asnawi saat Ansan Taklukkan Busan IPark 3-1

Ada banyak faktor yang menyebabkan tragedi ini terjadi. Sebelum pertandingan, pihak berwajib telah mengusulkan kepada panitia pelaksana pertandingan supaa pertandingan dilaksanakan sore hari, bukan malam. Jumlah penonton juga disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang. “Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh Panitia Pelaksana yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000,” ungkap Mahfud.

Mewakili pemerintah. Mahfud menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban. Data terakhir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sampai Minggu malam, 2 Oktober 2022, ada 131 korban jiwa. Tercatat juga sejumlah 284 orang mengalami luka-luka. Dengan detail, 253 orang mengalami luka ringan hingga sedang dan 31 orang mengalami luka berat. Pemda Kabupaten Malang akan menanggung biaya rumah sakit bagi para korban.

“Pemerintah menyesalkan atas kerusuhan di Kanjuruhan. Pemerintah akan menangani tragedi ini dengan baik,” pungkas Mahfud.  

Foto: The Korea Herald

(Ag/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *