Kembali ke Desa, Jadi Liburan Ideal di Tengah Pandemi
Pendemi Covid-19 membuat banyak orang di dunia, termasuk di Korea Selatan, menunda liburan mereka. Bagi yang tetap liburan, tujuannya adalah ke desa. Menarik, bukan!
Kim Ji-young, seorang pekerja kantoran berusia 29 tahun di Seoul, bulan lalu menikmati liburan liburan keduanya tahun ini di sebuah rumah pedesaan terpencil di pinggiran kota pertanian selatan Sangju.
Rumah petani gaya lama ala pedesaan, dibangun dengan tanah liat dan kayu. Namun karena disewakan untuk wisatawan, rumah tersebut tetap dilengkapi dengan beberapa fasilitas dan pelayanan mewah.
Baca Juga: Bukti Arkeologi: Toilet Istana Dinasti Joseon Sudah Dilengkapi Teknologi Mirip Septic Tank
Rumah sewa di pedesaan menjadi tempat peristirahatan yang sempurna selama pandemi. Rumah satu dengan lainnya saling berjauhan. Di sekitar rumah, ada cukup luas ruang terbuka hijau. Udara menjadi segar dan enak dipandang mata.
Kim dan pasangannya memanfaatkan sebagian besar liburanya di pedesaan. Setiap pagi mereka jalan di sekitar rumah yang asri. Sembari jalan ke rumah, mereka mampir di kebun belakang rumah untuk memanen sekeranjang sayur.
Aktivitas di rumah terasa sangat intim dan jauh dari kemungkinan berinteraksi dengan orang lain. Mereka masak sendiri. Ketika malam hari, mereka membuat api unggun. Semuanya dilakukan dengan tidak ada rasa takut tertular Covid-19.
“Kami bebas berjalan di hampir setiap sudut lingkungan dan masih hampir tidak perlu memakai masker karena jarak antara setiap rumah biasanya sangat jauh di desa yang jarang penduduknya,” kata Kim.
Baca Juga: Covid Tumbangkan Bioskop Seoul yang Telah Beroperasi 42 Tahun
Tren liburan ke desa ini melahirkan istilah baru, “Choncance.” Terdiri dari 2 kata, “chon” yang dalam Bahasa Korea berarti daerah pedesaan, dan “vacance” yang merupakan kata Prancis untuk liburan.
Liburan seperti ini menjadi pilihan di tengah pandemi sekaligus menjadi tren untuk menikmati hidup yang lambat. Sebelum pandemi, hidup terasa begitu cepat. Digitalisasi semakin banyak orang tidak bisa menikmati hidup. Pendemi menghadirkan “Choncance” untuk semakin merasakan arti hidup.
“Saya menyadari bahwa pandemi ini menunjukkan betapa berharganya pengalaman yang sebelumnya biasa-biasa saja. Saya merasa stres dari kehidupan sehari-hari saya di Seoul, ditambah dengan pandemi, namun dengan liburan ke desa ini menjadi rileks.”
“Choncance” menjadi pilihan setelah puncak liburan musim panas dimulai pada akhir Juli, bertepatan dengan gelombang infeksi virus corona terburuk di Korea. Hal ini membuat banyak orang membatalkan atau menunda rencana liburan karena kekhawatiran akan penularan Covid-19.
Baca Juga: Lagu BTS akan Digubah Menjadi Gugak, Musik Tradisional Korea
Menurut survei yang dirilis minggu lalu oleh perusahaan perekrutan online JobKorea, hanya 4 dari setiap 10 pekerja kantor Korea yang mengatakan mereka berencana untuk pergi berlibur musim panas. Sisanya menjawab ragu-ragu atau tidak pergi berlibur musim panas sama sekali.
Jadi, apakah menurutmu “Choncance” bisa menjadi opsi liburan kita yang berada di Indonesia?
Sumber: Park Boram | 22 Juli 2021 | Yonhap
Foto: Sebuah rumah pedesaan yang disewa di Okcheon, Provinsi Chungcheong Utara. (Yonhap)
(Ag/Ag)

Leave a Reply