Benarkah Sepak Bola Modern Mengerdilkan Peran Playmaker?
Siapa yang meragukan kualitas Juan Mata, Mezut Oezil, Francisco Roman Alarcon Suarez atau Isco, Christian Eriksen, Dele Alli, Paulo Dybala sampai Philippe Coutinho? Nyatanya mereka lebih banyak di bangku cadangan. Apa yang sedang terjadi?
Deretan pesepakbola top dunia tersebut punya satu kesamaan. Mereka adalah playmaker di setiap klub yang dibela. Tugas utamanya adalah otak permainan di lapangan tengah, yang secara tradisional berdiri di belakang dua striker.
Sayangnya, sepak bola modern menerapkan skema yang tidak memberikan tempat yang diharapkan untuk para playmaker. Pemain yang identik dengan sebutan “pemain nomor 10” ini, akrab dengan formasi 4-3-1-2. Formasi ini memang dulu menjadi favorit. Namun, banyak pelatih memilih skema 4-3-3, 4-4-2, atau 3-5-2.
Menurut Fakhri Husaini, pelatih kepala Tim Nasional U-17, playmaker sudah tidak punya ruang yang cukup dengan formasi sepak bola modern. Dulu hanya ada 6 pemain di lapangan tengah, sehingga seorang playmaker masih bisa melewati 2-3 pemain lawan. Tapi dengan formasi sekarang, sekitar 14-16 pemain numpuk di tengah.
Baca Juga: Akankah Kebintangan Son Heung-min Membuatnya Berlabuh di Santiago Bernabéu
“Dulu saya bisa jadi seorang playmaker karena di area tengah itu mungkin hanya diisi enam orang, tiga kami dan tiga lawan. Saya masih punya ruang yang besar untuk melewati 2-3 orang. Sekarang sudah tak sempat. Hanya pemain dengan super istimewa yang bisa, tuturnya kepada Bolalob.com.
Hal senada juga diungkap Carlos Valderrama, pemain terbaik sepanjang masa milik Kolombia. Pria yang eksentrik dengan rambut gimbal pirang itu menilai, sepak bola di zamannya sudah berbeda jauh dengan sepak bola zaman sekarang. Salah satunya soal peran playmaker.
Pemain yang berperan sebagai pengatur serangan, lanjutnya, memang masih ada. Tetapi mereka tidak diberi kesempatan. “Taktik telah berubah menjadi 4-4-2 dan sekarang semuanya terus berlari dan meluncurkan tekel. Bahkan, ketika Anda mempunyai pemain sepak bola yang bagus, bisa memperlambat permainan, mencetak gol dan menentukan, jika ia tidak bertarung untuk setiap bola dan melakukan tekel, maka ia akan keluar dari tim utama. Itulah perbedaannya. Selalu ada playmaker, tapi hanya sedikit pelatih yang rela memberikan mereka kebebasan,” jelasnya dalam interview dengan FIFA.com dan dikutip Kompas.com.
Apa yang dituturkan dua veteran pemain juga diakui oleh playmaker Manchester United (MU), Juan Mata. Pemain yang sampai sekarang masih aktif bermain itu secara terbuka bicara soal posisinya.
Mata mengakui bahwa kehadiran playmaker semakin tergerus di sepak bola modern. Khusus di MU, kehadiran gelanda berusia 32 tahun itu bisa digantikan oleh bek sayap seperti Andy Robertson, Jordi Alba, Marcelo, hingga Tren Alexander-Arnold. Mereka bisa menciptakan peluang untuk pemain lain hingga mencetak gol.
Baca Juga: Son Heung-min Cetak 100 Gol Bersama Tottenham Hotspur
“Tipe pemain nomor 10 seperti saya ini sebenarnya tidak punah, tapi seperti tidak berguna lagi. Di masa lalu, ada pemain nomor 10 murni yang bermain di belakang satu sampai dua striker. Dengan sistem yang berbeda sekarang, posisi itu telah berkembang menjadi yang berbeda,” kata Mata dalam blog pribadinya yang dikutip Liputan6.com.
“Namun, posisi playmaker adalah permainan yang saya sukai, di mana bakat alami membawa Anda menjadi yang terbaik dari mereka dan mereka kemudian mengubah gaya main tersebut dengan sesuatu yang tidak dilihat orang lain,” ujar pemain berpaspor Spanyol itu.
Sepak bola modern lebih menekankan keseimbangan di lini tengah sekaligus menjaga aliran bola dari belakang ke depan. Peran ini dijalankan secara bersama setidaknya oleh 3 pemain tengah. Liverpool, Arsenal, dan Chelsea paling suka dengan taktik ini.
Penguasaan bola menjadi hal paling utama. Dengan tidak lagi bergantung pada 1 pemain di lapangan tengah, maka peluang untuk menekan lawan, merebut bola, dan melakukan serangan semakin besar. Artinya, peluang mencetak gol semakin lebar.
Bakat alami pun harus mengikuti tren jika ingin terus tampil. Tapi bagaimana dengan panggilan jiwa pemain itu sendiri? Semoga ada jalan tengah untuk playmaker dalam sepak bola modern.
(Ag/Ag)

Leave a Reply