Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Indonesia Berharap Bisa Sesukses Korea
Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan. Stadion disiapkan. Timnas juga digenjot sedemikian rupa. Supaya pasca perhelatan, timnas kita bisa lebih maju seperti sepak bola Korea dan Jepang yang sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002. Apalagi timnas kita sedang ditangani oleh pelatih asal Negeri Gingseng.
Presiden Joko Widodo memastikan Indonesia siap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. Walau di tengah pandemi, Presiden meyakinkan protokol kesehatan akan dilakukan secara ketat.
“Kita harus meyakinkan bahwa Indonesia telah mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat sehingga sangat aman untuk dikunjungi dan dijadikan tempat untuk penyelenggaraan U-20 2021,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas, Selasa, 20 Oktober 2020.
Indonesia berhasil menyisihkan Peru dalam bidding tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 yang digelar pada 23 Oktober 2019. Ini akan menjadi event pertama FIFA yang dilaksanakan di Indonesia. Sebelumnya, Indonesia hanya berpengalaman menggelar event di level Asia. Pada tahun 2007, kita menjadi tuan rumah Piala Asia 2007 bersama Malaysia, Thailand dan Vietnam. Yang cukup membanggakan adalah menjadi tuan rumah Asian Games 2018, yang sebelumnya juga pernah di tahun 1962.
Presiden juga meminta supaya negara kita siap secara teknis. Yang ditekankan di sini adalah soal stadion dan kedua adalah tim sepak bola nasional. Jangan sampai, kita yang telah dipercaya dunia internasional malah mempermalukan diri sendiri dengan kurangnya persiapan.
Baca Juga: 10 Pemain Asia Termahal, Nomor Satu dari Korea
Ada sejumlah stadion utama dan stadion pendukung di enam provinsi yang telah ditunjuk. Daerah tersebut adalah DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Demi melancarkan persiapan penyelenggaraan dan prestasi, Presiden Jokowi membentuk INAFOC (Indonesia FIFA U-20 World Cup Organizing Committee), panitia penyelenggara Piala Dunia U-20 2021.
Urusan stadion langsung ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tak butuh lama, institusi pimpinan Basuki Hadimuljono itu telah melakukan kickoff pekerjaan konstruksi yang ditandai dengan penandatanganan kontrak antara Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya dengan kontraktor pelaksana. Acara berlangsung di Gedung Serbaguna, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jumat, 6 November 2020.
Berdasarkan Keppres No 19 Tahun 2020 dan Instruksi Presiden No. 8 Tahun 2020, Kementerian PUPR ditugaskan untuk melaksanakan renovasi 2 stadion utama dan 15 lapangan latihan sepakbola yang tersebar di 5 provinsi yakni Jawa Tengah, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.
Acara seremoni itu disaksikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menpora Zainudin Amali, Gubernur Bali Wayan Koster, dan hadir secara virtual Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochammad Iriawan.
Pada kesempatan tersebut, Basuki menekankan agar dalam proses renovasi memperhatikan standar internasional, terutama rumput dan sistem pencahayaan. “Kita punya waktu hanya enam bulan. Jadi untuk penggantian rumput dan pencahayaan harus dihitung dengan baik sehingga dalam waktu 6 bulan sudah bisa digunakan. Menurut saya kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk memperbaiki venue sesuai dengan standar FIFA,” tuturnya.
Dua stadion utama yang direnovasi oleh Kementerian PUPR adalah Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali dan Stadion Manahan, Solo. Sementara untuk 15 lapangan latihan adalah 3 lapangan di Palembang, Sumatera Selatan yakni Lapangan Atletik, Baseball, dan Panahan di Jakabaring; 3 lapangan di Sumedang dan Bandung, Jawa Barat yakni Lapangan IPDN, UNPAD, Sidolig; 4 lapangan di Solo, Jawa Tengah yakni Lapangan Sriwedari, Banyu Anyar, Sriwaru, dan Kota Barat; 1 lapangan di Madura, Jawa Timur yakni Stadion Gelora Bangkalan; 4 lapangan di Bali yakni Lapangan Ngurah Rai, Kompyang Sudjana, Gelora Trisakti Legian, dan Gelora Samudra Kuta.
Plt Dirjen Cipta Karya Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan pelaksanaan renovasi 2 stadion utama dan 15 lapangan latihan dibagi menjadi 3 paket pekerjaan dengan anggaran APBN keseluruhan sebesar Rp. 418 miliar. Rinciannya adalah Paket 1 (klaster Bali) akan dikerjakan oleh kontraktor PT. PP, Tbk dengan nilai kontrak sebesar Rp. 152,9 miliar. Lalu Paket 2 (klaster Solo) dikerjakan oleh PT. Nindya Karya Wilayah II dengan nilai kontrak sebesar Rp. 78,8 miliar. Sedangkan Paket 3 (klaster gabungan Bandung, Bangkalan dan Palembang) dikerjakan oleh PT. Nindya Karya Wilayah II dengan nilai kontrak sebesar Rp. 83 miliar. Bertindak sebagai konsultan manajemen konstruksi PT. Virama Karya.

Peran Pelatih Korea
Masih di kesempatan yang sama, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, berharap Indonesia bisa sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Sebab, berkaca dari Korea Selatan dan Jepang yang pernah jadi penyelenggara, sepak bola dua negara tersebut mengalami kemajuan usai jadi tuan rumah.
Korea Selatan dan Jepang merupakan tuan rumah Piala Dunia 2002. Korsel ketika itu bisa melangkah hingga semifinal. Hingga kini belum ada negara Asia lain bisa berkiprah sejauh itu.
Jika Korea adalah negara Asia yang paling sering tampil di Piala dunia dengan torehan 10 kali tampil, maka Jepang berada di urutan kedua dengan 6 kali tampil (1998, 2002, 2006, 2010, 2014, 2018). Hasil terbaik Jepang adalah menembus putaran kedua, namun menjadi negara tersukses di Piala Asia dengan juara 3 kali dalam empat final terakhir.
”Mudah-mudahan sepak bola Indonesia juga lebih maju dan lebih mendunia. Ya, seperti Korea Selatan dan Jepang,” kata Iriawan saat sambutan secara virtual.
Harapannya diwujudkan dengan mendatangkan pelatih kelas dunia asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, untuk memimpin Timnas Indonesia U-19. Awalnya, pelatih 51 tahu itu terkejut dengan kondisi fisik Timnas U-19 yang lemah. Maka sejak Desember 2019, mantan pelatih tim nasional Korea Selatan di Piala Dunia 2018 Rusia itu fokus pada pembenahan fisik dimulai dengan pemusatan latihan atau training center di Jakarta.
Latihan teknik, fisik, dan asupan nutrisi yang sangat ketat diterapkan Shin Tae-yong itu juga berlanjut selama pemusatan latihan di Kroasia. Dua bulan di sana, David Maulana dkk juga melakukan 11 kali uji coba. Mereka meraih lima kemenangan, tiga imbang, dan tiga laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Timnas Indonesia U-19 berhasil meraih kemenangan kala berjumpa timnas U-19 Qatar pada pertemuan pertama (2-1), Dinamo Zagreb (1-0), NK Dugopolje (3-0), perjumpaan perdana dengan timnas U-19 Makedonia Utara (4-1), dan HNK Hajduk Split (4-0).
Hasil imbang diterima saat melawan timnas U-19 Arab Saudi (3-3), laga kedua menghadapi timnas U-19 Qatar (1-1), serta pertemuan kedua dengan timnas U-19 Makedonia Utara (0-0).
Sementara itu, kekalahan harus dirasakan saat pemain kita berjumpa timnas U-19 Bulgaria (0-3), kalah telak dari timnas U-19 Kroasia (1-7), dan timnas U-19 Bosnia Herzegovina (0-1).
Terhadap hasil ini, pelatih kelahiran Gyeongbuk itu yang awalnya terkejut dengan kondisi Timnas U-19, kini menjadi bangga pada anak asuhnya itu. “Kami bisa menang atas lawan yang seusia (timnas Indonesia U-19), kami cukup terkejut bisa mengalahkan beberapa tim Eropa. Pandangan saya terhadap sepakbola Indonesia pun sudah berubah,” tutur Shin Tae-yong mengutip media Korea Selatan, Khan, Sabtu, 7 November 2020.
“Saya bangga dengan sepakbola dan pola pelatihan Timnas saat ini,” lanjutnya.
Shin Tae-yong kini sudah memilih 33 pemain untuk menjalani training center virtual pada 5-15 November 2020.
Sejauh ini, Timnas U-19 menunjukkan perkembangan menjanjikan. Maka tidak salah jika Presiden berharap banyak pada tim kebanggan bangsa ini. Kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali yang juga Ketua INAFOC, Presiden ingin Timnas U-19 lolos dari babak penyisihan. “Target dari presiden adalah hasil maksimal. Tidak hanya [terhenti di] penyisihan [lolos fase grup], karena kita lolos sebagai tuan rumah, bukan [hasil] kualifikasi. Jadi jatah tuan rumah harus dimanfaatkan benar-benar. Harapan Presiden timnas bisa berprestasi maksimal, tentu beliau juga realistis,” kata Amali usai rapat internal terbatas di Istana Presiden, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2020.
(Ag/Ag)

Leave a Reply