Saat “Squid Game” Menjadi Duta Budaya Pumasi untuk Saling Membantu
Ada kebiasaan di Korea untuk saling membantu. Seseorang akan dibantu sebagai imbalan karena sudah membantu orang lain. Hal ini disebut dengan “pumasi,” yang berasal dari “jeong” budaya Korea.
Baca Juga: Dari ‘Squid Game’ hingga BTS Melambungkan Budaya Korea Sepanjang 2021
Budaya ini sudah ada sejak lama hidup di tengah masyarakat Korea. Sebagai contoh, saat seorang petani membutuhkan bantuan untuk membuka lahan sawah baru maka para tetangganya akan datang membantu.
Dia sendiri dengan segera turun tangan saat tetangganya membutuhkan bantuan untuk membangun rumah. Pekerjaan yang sulit bisa diselesaikan secara bersama-sama dengan cepat dan berbiaya murah.
“Pumasi” juga tergambar di dalam serial drama survival “Squid Game.” Ada beberapa adegan menunjukkan satu tokoh menolong tokoh lain, dan tokoh tersebut pada akhirnya juga mendapatkan pertolongan.
Salah satu contoh adegan di drama itu adalah saat Ali (Anupam Tripathi) menolong Seong Gi-hun (Lee Jung-jae) saat permainan pertama. Padahal saat itu, keduanya belum saling mengenal.
Ali adalah sosok yang tidak pernah lupa dengan kebaikan orang yang menolongnya, walau pertolongan yang diberikan hanya sekali saja. Bahkan, dia berusaha untuk membalas kebaikan itu seumur hidupnya. Ini pula yang dilakukannya pada Cho Sang-woo (Park Hae-soo), yang ironisnya, justru membuat dirinya dieksekusi.
Nyatanya “pumasi” mempunyai kekuatan besar dalam menggalang perbuatan baik. Ketika krisis keuangan Asia melanda Korea pada tahun 1997, negara itu berada di ambang kebangkrutan. Salah satu usaha yang dilakukan untuk keluar dari krisis adalah warga Korea secara bersama-sama menyumbangkan emas dan perhiasan berharga untuk melunasi utang negaranya.
Baca Juga: Melihat Cara Orang Korea Dulu Menghadapi Musim Dingin
Tak tanggung-tanggung, jumlah emas yang dikumpulkan mencapai 226 ton! Berkat gerakan pengumpulan emas ini, Korea dapat keluar dari krisis lebih cepat dari yang diperkirakan.
Ketika bangsa kita menghadapi kesulitan, orang-orang datang bersama-sama. Mereka mengorbankan barang berharga finansial dan sentimental mereka untuk berkontribusi pada tujuan yang lebih besar. Pada saat itu, Korea menunjukkan budaya pumasi untuk dilihat seluruh dunia.
Ditulis oleh Min Byoung-chul professor di Universitas Chung-Ang dari The Korea Herald.
Foto: static.wikia.nocookie.net
(Ag/Ag)

Leave a Reply