Forum Bisnis Indonesia-Korea Buka Peluang Bisnis Baru
KBRI menyelenggarakan Forum Bisnis Indonesia-Korea untuk membahas peluang bisnis kedua negara untuk meningkatkan kerja sama.
Dikuitp dari The Korea Herald, acara berlangsung di Hotel Lotte, Seoul Korea Selatan pada hari Jumat, 10 Juni 2022. Dihadiri oleh beberapa pengusaha dari Indonesia, serta asosiasi dan importir Korea Selatan.
Baca Juga: Presiden Luncurkan Mobil Listrik Pertama Made in RI
Dalam sambutannya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Gandi Sulistiyanto Soeherman, menekankan pentingnya peningkatan kerja sama antara Indonesia dengan Korea sebagai mitra ekspor terbesar ketujuh Indonesia dan mitra impor terbesar keenam.
“Hubungan ekonomi dapat ditingkatkan dengan menghilangkan hambatan ekonomi dan perdagangan, khususnya dalam transisi energi, ekonomi digital, kesehatan, dan rantai pasokan global,” katanya.
Menurut Gandi, pihaknya memprioritaskan pengiriman misi perdagangan dan investasi untuk meningkatkan peluang ekonomi bagi kedua negara. Indonesia berkomitmen untuk menggunakan Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) untuk meningkatkan volume perdagangan.
Industri kreatif Indonesia berkembang baik di Korea. Sebagai contoh, ungkap Gandi, pasar Korea mulai muncul kesadaran akan “batik” sebagai teknik pewarnaan lilin tradisional dari Indonesia.
Dia juga berbicara tentang perkembangan terbaru kerja sama kedua negara pada industri pupuk dan petrokimia, infrastruktur, ekosistem kendaraan listrik, decommissioning, ekonomi digital, dan pemanfaatan kembali kilang migas lepas pantai.
Forum tersebut diikuti oleh Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga, sebagai pembicara kunci. Ia sangat mendorong para pengusaha Indonesia dan Korea untuk memperkuat kerja sama dan memanfaatkan peluang bisnis di Indonesia.
Indonesia sudah menjadi ekonomi terbesar ke-15 di dunia, dengan PDB USD1,15 triliun dan populasinya mencapai 276 juta jiwa. Di bawah visi Indonesia 2045, Indonesia sedang mencapai pertumbuhan rata-rata 5,7 persen setiap tahun, sehingga menjadikannya negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2036 dan ekonomi terbesar kelima di dunia pada tahun 2045. Salah satu modalnya adalah 70 persen populasinya terdiri dari kelas menengah.
“Kepresidenan G-20 Indonesia tahun ini akan menjadi momentum besar bagi Indonesia dan Korea,” kata Sambuaga.
Baca Juga: Hyundai Engineering Bangun Infrastruktur E-learning di Indonesia
Dengan CEPA, Indonesia dan Korea sepakat untuk meningkatkan hubungan di bidang industri, infrastruktur, ketenagakerjaan, ekonomi dan perdagangan, yang akan memperluas jendela produk makanan dan minuman, kopi, dan perikanan Indonesia.
“Kita harus saling mendukung dalam menerapkan regulasi yang produktif dan adaptif,” kata Sambuaga kepada The Korea Herald usai menutup keynote speech-nya.
Sambuaga menyinggung arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi berkelanjutan sebagai isu prioritas kepresidenan G-20 Indonesia untuk KTT Bali pada 15-16 November.
“Setiap negara memiliki agenda, kepentingan, dan prioritasnya sendiri. Untuk Indonesia, kami berusaha membangun ekosistem yang baik karena kami percaya produk digital seperti crypto, nonfungible token, dan metaverse, sangat penting,” kata Sambuaga.
Khusus crypto, Sambuaga menekankan bahwa Indonesia memandang kripto sebagai komoditas, bukan mata uang. Indonesia sedang bekerja untuk membangun ekosistem yang lebih terintegrasi untuk pertukaran cryptocurrency. “Prioritas kami adalah perlindungan konsumen,” katanya.
Sementara itu, diskusi panel tentang penguatan perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Korea juga digelar di sela-sela forum.
Foto: Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga memberikan sambutan kunci pada Forum Bisnis Indonesia-Korea yang digelar di Lotte Hotel, Seoul, Korea Selatan, pada Jumat, 10 Juni 2022. (Kementerian Perdagangan RI)
(Ag/Ag)

Leave a Reply