IPCC: Suhu Bumi Naik 1,5 derajat Celsius pada tahun 2040
Suhu bumi diperkirakan naik setinggi 1,5 derajat Celsius pada tahun 2040. Dan kenaikan itu lebih cepat 10 tahun dari perkiraan sebelumnya.
Hal tersebut terungkap dalam Panel Antarpemerintah Tentang Perubahan Iklim (IPCC – Intergovernmental Panel on Climate Change). Dalam sidang umum IPCC ke-54, mereka merilis laporan ke-6 pada tanggal 6 Agustus 2021 lalu. Inti laporan tersebut menyatakan kemungkinan naiknya suhu bumi hingga 1,5 derajat Celsius di antara tahun 2021-2040.
Mengenai kondisi iklim saat ini, laporan tersebut menyatakan suhu bumi telah naik 1,09 derajat Celsius di tahun 2011-2021. Lalu, permukaan laut di seluruh bumi telah naik rata-rata 0,20 m antara tahun 1901-2018. Kenaikan itu lebih cepat 2,85 kali lipat dibandingkan sebelum era industrialisasi.
Baca Juga: 68 Negara Sepakati Deklarasi Seoul untuk Atasi Perubahan Iklim
Masih bersumber dari laporan yang sama, kadar karbon dioksida (CO₂) saat ini merupakan yang paling tinggi dalam sejarah bumi sepanjang dua juta tahun. Penyebab utamanya tidak lain adalah manusia yang mendorong terjadinya pemanasan global.
Walau emisi gas rumah kaca ditekan hingga yang paling sedikit pada antara tahun 2021-2040, namun suhu udara akan tetap naik 1,2-1,7 derajat Celsius. Sedangkan jika emisi gas rumah kaca naik ke yang terbanyak, maka kenaikan suhu dapat mencapai 1,3-1,9 derajat Celsius.
Suhu bumi yang naik, menyebabkan berbagai bencana iklim. Beberapa negara akan mengalami gelombang panas ekstrem dan hujan lebat. Tidak menutup kemungkinan, ada banyak pulau di Pasifik Selatan menghilang. Dan ingat, bencana ini sudah terjadi kemarin dan saat ini.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan bahwa laporan IPCC kali ini menjadi kode merah bagi manusia. Menurutnya, emisi gas rumah kaca yang diakibatkan oleh penggunaan bahan bakar fosil dan penggundulan hutan telah mencekik bumi dan membahayakan miliaran jiwa.
Baca Juga: Korea Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah COP28 Tahun 2023
Laporan itu akan digunakan sebagai dasar ilmiah dalam Sidang Umum Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB ke-26 yang akan diadakan di Inggris bulan November mendatang. Juga dipakai untuk peninjauan pelaksanaan Persetujuan Paris yang akan dilakukan untuk pertama kali pada tahun 2023.
Sementara itu, Badan Meteorologi Korea Selatan akan mengumumkan skenario mengenai perubahaan iklim di Korea Selatan pada bulan Desember untuk dipakai dalam pembuatan langkah adaptasi penanggulangan perubahan iklim.
Sumber: KBS World
Foto: www.benjerry.co.uk
(Ag/Ag)

Leave a Reply