Tahun Baru, Ditemukan Sumur Baru dengan Potensi Produksi 3.442 Barel/Hari
Awal tahun baru, PT Pertamina EP (PEP) Adera Field mengumumkan telah menemukan sumur minyak baru dengan potensi besar.
Menurut General Manager Pertamina EP Zona 4 Djudjuwanto, sumur tersebut punya potensi hingga 3.442 barel minyak per hari (BOPD). Hal ini didapati dari hasil pengujian yang dilakukan beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Proyek SKK Migas Didorong Penuhi TKDN
Berdasarkan pengujian dengan durasi dua jam pada 30 Desember 2025 pukul 14.30-16.30 WIB, sumur ABB-143 (U1) menunjukkan kemampuan produksi sebesar 3.442 BOPD. Pengujian berdurasi dua jam ini dinilai lebih merepresentasikan kondisi aliran yang stabil.
“Sumur ABB-143 (U1) diharapkan dapat memberikan tambahan produksi harian sekitar 458 barel minyak per hari pada kondisi operasi tertentu, dengan estimasi total potensi perolehan minyak atau Estimated Ultimate Recovery (EUR) sekitar 750 ribu barel minyak berdasarkan perbandingan dengan sumur referensi,” terang Djudjuwanto dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Januari 2026.
Djudjuwanto menyampaikan penemuan sumur baru ini menjadi suntikan bagi PEP Adera Field dalam meningkatkan produksi migas di tahun 2026. Penemuan ini juga mendorong pewujudan target lifting 1 juta barel per hari yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: SKK Migas: Produksi dan Lifting Migas Mulai Naik
“Inovasi teknologi dan penerapan pendekatan-pendekatan baru mendorong kinerja PEP dalam mewujudkan ketahanan energi nasional,” ucap Djudjuwanto.
Di kesempatan terpisah, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyoroti efisiensi operasional yang luar biasa. Sumur dibor secara Directional (J-Type) hingga kedalaman akhir 1.721 mMD. Seluruh proses, mulai dari tajak pada 7 Desember 2025 hingga fase uji produksi pada 30 Desember 2025, hanya memakan waktu 24 hari.
Dari sisi finansial, realisasi biaya pun sangat efisien. Estimasi biaya lapangan (field estimate) tercatat sebesar USD 3.687.887,77. Angka ini hanya 70,70% dari total Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui oleh SKK Migas. Artinya, Pertamina EP berhasil melakukan penghematan anggaran yang signifikan dengan hasil produksi yang justru melimpah.
Baca Juga: Menteri ESDM dan Kepala SKK Migas Sepakat Tingkatkan Lifting Migas
Pasca penemuan ini, tim di lapangan akan melanjutkan uji produksi untuk menentukan laju alir (rate) yang paling optimum. Hal ini krusial untuk menjaga “kesehatan” dan kualitas reservoir agar dapat berproduksi dalam jangka panjang.
“Operasional berikutnya adalah melanjutkan uji produksi dan kemudian dialirkan dengan rate yang optimum untuk menjaga kualitas reservoir,” tambah Djoko.
(Ag/Ag)
Foto: Detikcom

Leave a Reply