Komitmen Pabrik Chip Samsung Menghilangkan Jejak Karbon

Pabrik chip telah lama dianggap sebagai penyebab terbesar dalam industri komputasi yang menyebabkan perubahan iklim. Samsung Electronics ingin mengikis hal itu.

Sebagai produsen semikonduktor, Samsung Electronics tengah mengembangkan teknologi untuk mengurangi emisi karbon dengan tujuan mencapai netral karbon pada tahun 2050.

Baca Juga: Samsung Mulai Produksi Chip 3nm

“Pengolahan gas yang digunakan untuk memproduksi chip semikonduktor adalah fokus terbesar kami dalam pengeluaran kami (untuk mencapai emisi nol bersih),” kata Song Doo-guen, wakil presiden eksekutif dan kepala Pusat Keamanan Lingkungan di Samsung Electronics, kepada wartawan di Seoul, sebagaimana dikutip The Korea Herald.

Dalam rangkaian memproduksi semikonduktor, penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca adalah gas proses. Gas proses adalah produk sampingan dari proses pembuatan chip utama seperti etsa dan pengendapan.

Menurut perkiraan oleh McKinsey Co. pada bulan Mei, gas proses bertanggung jawab atas 80 persen emisi setara karbon dioksida di pabrik chip. Produk sampingan seperti itu, seperti senyawa perfluorokarbon atau hidroflourokarbon, memiliki potensi pemanasan global yang lebih besar daripada karbon dioksida. Gas proses juga bertahan sangat lama di atmosfer hingga 50.000 tahun.

Untuk menguraikan gas proses, Samsung Electronics berusaha memaksimalkan efisiensi katalis di bawah ‘sistem katalitik regeneratif.’ “Teknologi inti dari sistem katalitik regeneratif terletak pada pengenalan katalis baru, dan ini adalah penghalang, tantangan, dan target teknologi,” kata Song.

Baca Juga: Samsung dan SK hynix Penuhi Sebagian Permintaan AS untuk Buku Rahasia Dagang

Sistem ini diklaim menjadi usaha terbaik untuk saat ini untuk menekan efek negatif dari penggunaan gas alam sebagai sumber energi utama di pabrik chip. Menurut Song, mengganti boiler berbahan bakar gas dengan boiler bertenaga listrik akan lebih meningkatkan emisi karbon, karena masih membutuhkan listrik dalam jumlah besar.

Samsung Electronics dengan menggunakan teknologi terbaru akan menangkap dan menggunakan kembali limbah panas dari proses produksi chip dari energi gas alam untuk mengurangi emisi karbon dari boiler. Teknologi yang dikembangkan oleh Samsung Advanced Institute of Technology akan mulai digunakan pada tahun 2030.

Teknologi pengurangan tersebut adalah bagian inti dari komitmen hijau baru Samsung Electronics di bawah “Strategi Lingkungan Baru” yang diluncurkan Kamis, 15 September 2022, yang bertujuan untuk sepenuhnya beralih ke energi terbarukan dan mencapai emisi nol bersih.

“Strategi Lingkungan Baru” bakal didukung oleh investasi 7 triliun won (USD5 miliar). Komitmen ini semakin diperkuat dengan bergabungnya Samsung Electronics ke RE100, sebuah koalisi yang terdiri dari 380 perusahaan global yang berkomitmen untuk 100 persen menggunakan energi terbarukan.

Bersamaan dengan rencana untuk mengurangi emisi karbon langsung, Samsung juga telah menyusun serangkaian rencana untuk mengurangi emisi tidak langsung, terutama dengan mengejar produk chip berdaya sangat rendah.

Baca Juga: Korsel Buat RUU Industri Semikonduktor untuk Pertahankan Posisi 1 & 2 Dunia

Rencana sadar lingkungan lainnya yang telah disusun termasuk membatasi penggunaan air tawar maksimum hingga 300.000 ton per hari pada tahun 2030. Juga memberantas polutan gas dan cair pada tahun 2040 dengan teknologi pengolahan.

Foto: Pemandangan udara dari pabrik chip Samsung Electronics di Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi (Samsung Electronics)

(Ag/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *