Presiden Korsel Minta Paus Berkunjung ke Korut

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in meminta Paus Fransiskus mengunjungi Korea Utara untuk membawa perdamaian di Semenanjung Korea. Paus menerimanya.

Hal tersebut diungkap sumber yang dikutip Yonhap, Jumat 29 Oktober 2021. “Jika Paus mengunjungi Korea Utara ketika ada kesempatan, itu akan menjadi momentum bagi perdamaian di Semenanjung Korea,” kata Moon kepada Paus, menurut juru bicara kepresidenan Park Kyung-mee.

Mendengar hal tersebut, Paus menyambutnya dengan positif. “Saya bersedia pergi ke sana untuk perdamaian dan membantu Anda semua jika (Korea Utara) mengirim surat undangan,” menurut Park.

Baca Juga: Pidato Moon di Sidang Umum PBB dan Alasannya Mengajak BTS

Perdamaian di Semenangjung Korea melalui peran Tahta Suci telah lama digaungkan. Setidaknya di tahun 2018, saat Moon dan Puas bertemu, Moon menyampaikan undangan lisan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Kala itu Paus bersedia datang ke Korut, jika Pyongyang mengiriminya undangan resmi.

Setelah itu tidak ada perkembangan berarti. Seiring dengan buntunya perundingan antara Korut dan Amerika Serikat. Sebagai catatan, sampai saat ini belum ada satu pun Paus yang datang ke negara yang di sebelah utara berbatasan dengan Republik Rakyat Tiongkok dan Rusia itu.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kiri) menjelaskan kepada Paus Fransiskus tentang salib perdamaian yang terbuat dari kawat berduri dari Zona Demiliterisasi, yang memisahkan kedua Korea, sebelum pembicaraan mereka di Vatikan pada 29 Oktober 2021 (Yonhap).

Moon tiba di Roma pada hari Kamis, 28 Oktober 2021 untuk melakukan pertemuan dengan Paus Fransiskus. Sekaligus ia juga akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin Kelompok 20 (KTT G20) pada 30-31 Oktober 2021.

Selama audiensi pribadi, Moon memberikan hadiah salib perdamaian. Salib yang terbuat dari kawat berduri bekas Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Selatan dan Utara. “Mengutip ungkapan Alkitab yang menyatakan mata bajak dibuat dengan melebur pedang, hadiah itu berarti perdamaian di Semenanjung Korea,” kata Moon kepada paus.

DMZ selebar 4 km telah membagi kedua Korea sejak Perang Korea 1950-53. Saat ini perang berakhir, tetapi dengan status gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Baca Juga: Paus Terima Bantuan Keuskupan Korea untuk Vaksin Warga Miskin

Setelah kunjungan Moon ke Roma, kementerian unifikasi Korea Selatan mengadakan pameran di Gereja St. Ignatius. Pameran menampilkan 136 salib yang terbuat dari pagar tua dari DMZ. Angka 136 adalah dua kali lipat dari 68 tahun yang dilalui kedua Korea terbagi sejak Perang Korea.

Pameran ini diharapkan dapat membantu menggalang dukungan global untuk perdamaian di Semenanjung Korea saat para pemimpin global berkumpul di Roma untuk KTT G20.

Foto: Yonhap

(Ag/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *