Sambutan Dubes Korea: Indonesia Dijuluki “Mutiara di Khatulistiwa”
Tahun ini, hubungan diplomatik Indonesia dan Korea Selatan berusia 48 tahun. Ada banyak kerja sama yang telah dilakukan, apalagi sejak Mei 2017, yang mana Presiden Moon Jae-in menetapkan kebijakan New Southern Policy yang mengarah pada peningkatan hubungan Korsel dengan ASEAN dan India. Tidak heran, eratnya hubungan tersebut membuat Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Park Taesung, menyebut Indonesia sebagai “Mutiara di Khatulistiwa.
Saya Park Tae-sung selaku Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia yang ke-19.
Sangatlah besar rasa tanggung jawab yang saya pikul di tengah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Untuk mengatasi Covid-19, Pemerintah Republik Korea secara terus-menerus mengintensifkan kerja sama dan mengeratkan solidaritas dengan Indonesia. Menjaga kesehatan dan keselamatan warga Korea di Indonesia menjadi prioritas kami. Bantuan konsulat di bidang kesehatan dan keselamatan akan terus kami perkuat dengan memanfaatkan model penanggulangan Korea yang dinilai unggul.
Indonesia berada di peringkat ke empat negara berpenduduk terbanyak di dunia dengan jumlah penduduk 260 juta jiwa. Terlebih lagi, Indonesia diharapkan akan menikmati pertumbuhan dan perkembangan dinamis secara berkelanjutan karena tergolong muda dengan usia rata-rata penduduknya 29,9 tahun. Di kawasan ASEAN, Indonesia menguasai 40 % dari seluruh populasi, luas wilayah, dan Produk Domestik Bruto(GDP) sehingga dinilai sebagai anggota utama ASEAN. Tidak hanya itu, Indonesia adalah satu-satunya anggota G20 di kawasan ASEAN.
Hal yang paling penting dari banyak julukannya, Indonesia menjunjung tinggi nilai demokrasi sebagaimana halnya Republik Korea, dan terus berjalan maju dengan nilai persatuan dan solidaritas dari beragam ras dan suku yang bersatu dengan semangat Pancasila. Sungguh, Indonesia layak diberi julukan ‘Mutiara di Khatulistiwa’oleh masyarakat Republik Korea.
Baca Juga: Semua Warga Asing di Korea Selatan Akan Disuntik Vaksin Covid-19 Secara Gratis
Di dalam kebijakan New Southern Policy yang dicanangkan Korea Selatan, Indonesia dipandang sebagai mitra utama. Pada kunjungan kenegaraan Presiden Moon Jae-in ke Indonesia, November 2017, kedua pemimpin negara sepakat meningkatkan kemitraannya menjadi ‘Special Strategic Partnership’atau Kemitraan Strategis Khusus yang merupakan bentuk kerja sama yang pertama kali disepakati di kawasan Asia Tenggara. Pada kesempatan yang sama, Presiden Moon juga telah mengumumkan‘Visi Republik Korea dan Republik Indonesia untuk Kesejahteraan Bersama.’
Melalui serangkaian pertemuan tingkat tinggi, Presiden Moon Jae-in dan Presiden Joko Widodo telah memperdalam persaudaraan dan kepercayaan, antara lain kunjungan balasan Presiden Joko Widodo ke Republik Korea pada September 2018, KTT G20 pada 2019, dan pertemuan puncak pada KTT Peringatan Korea-ASEAN 2019.
Terlebih lagi, kedua negara telah merampungkan perundingan Perjanjian Ekonomi Komprehensif atau IK-CEPA(Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement). Jika IK-CEPA tersebut segera diratifikasi, hubungan kedua negara akan mengalami lompatan besar menjadi mitra ekonomi strategis antara anggota G20, tidak lagi sebatas mitra dagang yang memperluas bidang perdagangannya.
Kedua negara akan terus mempererat aliansi strategis dan kerja sama di sektor komponen dan material seperti kendaraan ramah lingkungan, bateri sekunder, petro-kimia; sektor industri pertahanan, dan sektor industri energi. Lebih lanjut, kedua negara juga akan melakukan penguatan kerja sama untuk sektor revolusi industri 4.0 dan sektor transformasi digital seperti AI, Big Data, 5G, sharing economy(ekonomi berbagi), dan smart technology. Bersamaan dengan kerja sama tersebut, investasi dan aliansi strategi di bidang teknologi sains dan usaha perintis(start-up) juga akan didongkrak ke level yang lebih tinggi.
Baca Juga: Pejabat Pemerintah Indonesia Kesemsem dengan Mobil Listrik Hyundai
Seiring melakukan penguatan kerja sama tersebut, Kedutaan Besar Republik Korea akan terus memfasilitasi usaha kecil menengah dan pelaku usaha perintis yang telah memasuki pasar Indonesia. Di samping itu, kami akan terus proaktif menjalin kerja sama dan ikut mengambil peranan dalam program kenegaraan Pemerintah Indonesia meliputi pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, dan pemindahan Ibu Kota Negara.
Pada saat yang sama, kami akan menguatkan fondasi kerangka kerja sama untuk bidang-bidang yang berkaitan erat dengan gaya kehidupan masyarakat seperti musik, drama, konten, budaya, olahraga, media, dan entertainment. Lingkup diplomasi publik akan terus kami perluas ke berbagai segi kehidupan agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai bentuk kemajuan dari kerja sama yang berorientasi pada perdagangan dan investasi.
Kedutaan Besar Republik Korea senantiasa berkomitmen untuk menjalin komunikasi secara terbuka dan intensif dengan masyarakat Korea di Indonesia termasuk para pelaku usaha Korea Selatan agar keduanya dapat menjadi mitra pendamping dalam diplomasi publik.
Pilar utama dalam perkembangan hubungan kedua negara adalah rasa saling percaya dan menguntungkan. Capaian-capaian yang diraih selama setengah abad semenjak terjalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara pada 1973 itu akan kami jadikan sebagai batu loncatan untuk memacu kedua negara untuk kian mempererat hubungan kerja sama selama 50 tahun ke depan.
Kedutaan Besar Republik Korea akan terus menjalin solidaritas dan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Indonesia, para pengusaha, dan warga Korea di Indonesia untuk membangun komunitas yang berorientasi pada 3P(Prosperity, People, Peace) sebagai bentuk visi New Southern Policy.
Kepercayaan yang telah dibangun antara kedua pemimpin negara akan menjadi modal dasar dalam memperluas kegiatan pertukaran dan komunikasi antarpetinggi kedua negara. Terlebih, kami akan terus membuka peluang bagi generasi penerus kedua negara untuk menjalin hubungan persaudaraan. Pada 2019 sebanyak 280.000 orang Indonesia telah berkunjung ke Republik Korea, sementara sebanyak 390.000 orang Korea telah menginjakkan kaki di Indonesia. Berbagai program pertukaran antarmasyarakat itu akan kami perluas ke depan sehingga rasa saling percaya dan saling menghargai yang dibangun kedua masyarakat dapat menjadi sebuah motor penggerak dalam mengembangkan hubungan Republik Korea dan Republik Indonesia.
Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Pendapatan Nongshim dan Indomie Justru Meningkat
Kedutaan Besar Republik Korea senantiasa akan menjadi pengawal dan pendamping yang baik bagi masyarakat dan perusahaan-perusahaan Korea. Kami berkomitmen untuk selalu terjun ke lapangan untuk bekerja sama.
Masyarakat Korea di Indonesia yang mencatat 100 tahun sejarah migrasi dipandang sebagai komunitas teladan bagi seluruh diaspora Korea di dunia dan menjadi kebanggaan. Keharmonisan dan solidaritas yang dimiliki masyarakat Korea di Indonesia telah mendorong warga Korea agar berperan baik sebagai penghubung Indonesia dan Korea maupun pendukung terpercaya bagi pelaku usaha.
Kedutaan Besar Republik Korea akan senantiasa memaksimalkan upaya untuk melakukan perlindungan terhadap masyarakat Korea dan menjaga kedudukannya, serta memfasilitas berbagai urusan konsulat.
Kerja sama yang baik dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Korea dan pengusaha asal Korea di Indonesia sangat kami hargai dalam memajukan hubungan kedua negara sehingga dapat berkembang bersama, mewujudkan kesejahteraan bersama, serta menjalin persahabatan secara berkelanjutan.
Terima kasih.
Duta Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia
Park Tae-sung
Sumber: Kedutaan Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia
Foto: Kedutaan Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia
(Ed/Ag)

Leave a Reply