Generasi Muda Korea Banyak Memilih Tenis Karena Instagrammable

Bagi kebanyakan orang di Korea Selatan, tenis adalah olahraga untuk mereka yang berumur setengah baya. Namun, belakangan ini tenis makin popular di kalangan muda.

Baca Juga: Resmi Bergabung Nottingham Forest, Hwang Ui-jo Langsung Dipinjamkan ke Olympiacos

Menurut catatan The Korea Herald, salah satu daya dorongnya adalah, generasi muda memandang tenis sebagai olahraga luar ruangan dengan biaya yang ramah di kantong tetapi bisa sekaligus memenuhi kebutuhan mereka untuk eksis di media sosial. Istilah kerennya, tenis cukup “Instagrammable”.

Selain itu, pandemi COVID-19 turut berkontribusi pada meningkatnya popularitas tenis. Setelah masa pandemi yang panjang, orang-orang mulai mencari olahraga aktif yang dapat mereka mainkan dengan sejumlah kecil orang untuk menjamin tetap adanya jaga jarak satu sama lain.

Kim, seorang wanita berusia 31 tahun yang tinggal di Seoul, mengatakan dia mulai bermain tenis pada bulan April lalu. Kegiatan ini dilakukannya untuk menurunkan berat badan, setelah beratnya semakin bertambah selama pandemi. 

“Tenis tampak seperti olahraga yang lebih aktif dan jauh lebih murah daripada golf,” tutur Kim.

Baca Juga: Walau Sumbang Assist, Asnawi Gagal Menang Lawan Chungnam

Choi, wanita berusia 31 tahun lainnya, mengatakan dia telah melihat semakin banyak temannya bermain tenis baru-baru ini. Teman-temannya berkata, tenis sangat Instagramable, sehingga olahraga ini cepat popular di tangah anak-anak muda Korea. 

Hingga Selasa, 30 Agustus 2022, jumlah postingan Instagram terkait dengan tagar “tennis” dalam bahasa Korea mencapai 920.000, atau naik dari 880.000 pada akhir Juli 2022. Banyak unggahan yang menunjukkan pemain tenis muda amatir pria dan wanita dalam pakaian tenis yang menarik di lapangan tenis yang layak untuk Instagram.

“Ada sekitar 150 pelajar tenis tempat saya mengambil pelajaran. Kebanyakan dari mereka adalah pemula yang telah bermain tenis kurang dari setahun,” kata Chung, pria berusia 41 tahun yang mulai bermain tenis awal Maret tahun ini, di Suwon, Provinsi Gyeonggi.

“Orang-orang yang saya temui di sana dari berbagai kelompok usia, dari remaja hingga mereka yang berusia 50-an,” tambah Chung.

Naver DataLab, alat analisis tren pencarian yang dikembangkan oleh operator portal terbesar di negara itu, juga menunjukkan bahwa minat pada tenis telah meningkat baru-baru ini di semua kelompok umur.

Jumlah penelusuran kata tenis di semua kelompok umur mengalami sedikit peningkatan selama beberapa tahun terakhir. Tren pencarian kemudian menunjukkan peningkatan yang lebih tajam mulai awal 2022, baik pada kelompok usia yang lebih muda maupun yang lebih tua.

Jumlah penelusuran terkait tenis terus bertambah antara April dan Juli, bertepatan dengan keputusan pemerintah untuk mencabut aturan jarak sosial utama pada 18 April 2022.

Data Naver DataLab juga menunjukkan bahwa kata tenis juga lebih sering dicari di antara orang-orang berusia 19 dan 39 tahun, menunjukkan minat mereka pada tenis melebihi orang-orang dari generasi yang lebih tua.

“Bahkan pada bulan Maret, tidak banyak pemula mencoba tenis. Tetapi pada bulan Mei, jumlah pemula tampaknya telah melonjak,” tambah Chung.

Penjualan produk tenis juga meningkat akhir-akhir ini, didukung oleh semakin populernya olahraga tersebut. Menurut data yang dirilis BC Card, penjualan produk tenis antara Januari hingga Mei mengalami peningkatan sebesar 440 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Menurut data yang disediakan oleh belanja online 11th Street, penjualan produk tenis pada kuartal kedua tahun ini meningkat 18 persen secara tahunan.

Baca Juga: Ko Jin-young Jadi Pegolf Wanita Korea Pertama yang Raih Player of the Year Kedua

Tenis kini telah menjadi populer sampai-sampai orang sekarang kesulitan menemukan kursus tenis lapangan di sekitar tempat tinggal mereka.

Park, 39, yang tinggal di Jung-gu, Seoul, mengatakan dia mencoba mencari kursus tenis tetapi gagal. Dia ingin belajar olahraga yang lebih aktif daripada yoga, dan dia memutuskan untuk belajar tenis karena semakin banyak teman-temannya yang mengambil tenis.

“Tidak ada kursus (tenis) yang tersedia saat ini, dan bahkan daftar tunggu pun penuh,” katanya.

Park Yong-kook, direktur eksekutif Asosiasi Tenis Korea, mengatakan asosiasi memperkirakan jumlah populasi tenis mencapai antara 500.000 sampai 1 juta sekarang, naik dari sekitar 200.000 orang sebelum pandemi. Anggota baru ini banyak disumbang dari generasi muda.

Jumlah fasilitas latihan tenis dalam ruangan juga meningkat menjadi 500 dari 200 tahun lalu, di wilayah Seoul, Incheon dan Provinsi Gyeonggi.

Park mengakui bahwa tidak ada cukup lapangan tenis di Seoul, terutama karena harga real estat yang tinggi. Namun, Park mencatat bahwa jumlah lapangan tenis di luar wilayah metropolitan bertambah untuk memenuhi permintaan yang meningkat. “Seperti golf, lebih banyak lapangan tenis dibuat di pinggiran kota,” kata Park.

Park mengharapkan ledakan tenis Korea terus berlanjut. “Ada banyak tenis pemula yang mulai bermain tenis, dan mereka sudah membuat komunitas sendiri. Komunitas-komunitas itu diharapkan bertahan,” kata Park.

“Dengan lebih banyak investasi dari perusahaan swasta dan peningkatan jumlah kompetisi amatir, ledakan ini kemungkinan akan berlanjut,” tambahnya.

Foto: The Korea Herald

(Ag/Ag)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *