PTBA Raih Laba Bersih Rp2,03 Triliun di Semester I 2024
Penjualan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil tumbuh 15%. Alhasil, PTBA meraih laba bersih Rp2,03 triliun di semester I 2024.
Sebagai anggota dari Holding BUMN Pertambangan MIND ID, PTBA berhasil menjaga kinerja baik pada Semester I 2024.
Baca Juga: PTBA Raih Penghargaan Tertinggi di Malam Apresiasi Emiten 2024
Dikutip dari laman PTBA pada Kamis, 1 Agustus 2024, tampak dalam 6 bulan pertama tahun 2024, Perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp19,64 triliun dan EBITDA sebesar Rp3,63 triliun. Setelah dikurangi biaya-biaya, PTBA membukukan laba bersih Rp2,03 triliun. Sedangkan total aset perusahaan per 30 Juni 2024 sebesar Rp38,39 triliun.
Secara triwulanan (quarter to quarter), kinerja keuangan PTBA mengalami peningkatan signifikan. Pendapatan pada Triwulan II 2024 sebesar Rp10,23 triliun, naik 9%dibanding triwulan I 2024. Laba bersih pada triwulan II 2024 mencapai Rp1,24 triliun, tumbuh 57% secara triwulanan.
Pencapaian laba bersih didukung oleh peningkatan kinerja operasional Perseroan sepanjang semester I 2024. Total penjualan batu bara PTBA pada Januari-Juni tahun ini mencapai 20,05 juta ton, meningkat 15% secara tahunan (year on year). Ekspor batubara PTBA pada periode ini sebesar 8,48 juta ton atau naik 20% secara tahunan (year on year). Sebagai pembanding, penjualan ekspor pada semester I 2023 sebesar 7,10 juta ton.
Baca Juga: PTBA Putuskan Tambah Armada Kapal untuk Tingkatkan Ketahanan Energi
Sementara realisasi Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 11,57 juta ton, tumbuh 12% dibanding semester I 2023 yang sebesar 10,33 juta ton. Adapun per semester I 2024, produksi batu bara PTBA mencapai 18,76 juta ton dan realisasi angkutan dengan kereta api 17,33 juta ton.
Tantangan bagi Perseroan di tahun ini, di antaranya adalah koreksi harga batu bara dan fluktuasi pasar. Rata-rata indeks harga batu bara ICI-3 terkoreksi sekitar 19% secara tahunan dari USD93,49 per ton pada semester I 2023 menjadi USD75,89 per ton pada semester I 2024. Sedangkan rata-rata indeks harga batu bara Newcastle terkoreksi 36% secara tahunan menjadi USD130,66 per ton, dari USD204,27 per ton pada semester I 2023.
Baca Juga: Kadin Sumsel Beri Penghargaan ke PTBA Berkat Konsistensinya Mendukung UMKM
Karena itu, PTBA terus berupaya memaksimalkan potensi pasar di dalam negeri serta peluang ekspor untuk mempertahankan kinerja baik. Perseroan juga konsisten mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan, sehingga penerapan efisiensi secara berkelanjutan dapat dilakukan secara optimal.
Selain itu, Perseroan berharap agar pembentukan Mitra Instansi Pengelola (MIP) dapat segera terealisasi dan memberikan dampak baik bagi kinerja keuangan PTBA.
Foto: PTBA
(Ag/Ag)

Leave a Reply